UA-163642268-1

Guru SMP Perakit Senpi Ilegal Berhasil Diamankan Polisi


ARYA-MEDIA | SURABAYA – Seorang pria asal Malang pelaku tindak pidana perakit senjata api (senpi) ilegal, ditangkap Polisi.

Tersangka berinisial AR (23), warga Kecamatan Gondang Legi, Kabupaten Malang, diamankan lantaran terbukti sebagai perakit senpi ilegal.

“Dari tangan pelaku, Polisi berhasil mengamankan tiga pucuk senjata api rakitan jenis Revolver, Baikal, laras panjang reminten kaliber 5,56 mm,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Gatot Repli Handoko, didampingi Wadirkrimum AKBP Nasrun Pasaribu dan Kasubdit III Jatanras AKBP Lintar Mahardhono, Jumat (23/4/2021).

Baca Juga :  Kabar Gembira, 1 Pasien Warga Magetan Sembuh Dari Covid-19

Dalam Konferensi Pers di Mapolda Jatim Gatot Handoko mengatakan, tersangka diketahui mulai merakit senpi sejak Februari 2021 lalu. Dalam rentang waktu tersebut, 7 pucuk senjata sudah berhasil dirakitnya.

“Tersangka melakukan kegiatan tersebut sejak Februari 2021 sampai ditangkap, dan sudah merakit 7 senjata api tanpa ijin,” kata Kabid Humas kepada wartawan, Jumat (23/4).

Baca Juga :  KUA PPAS Tahun 2021 Telah Disepakati, Pemkab Magetan Siap Rancang APBD

Selain itu, hasil pistol atau senjata rakitan tersangka jual dengan harga bervariasi sesuai pesanan. “Harganya berkisar antara Rp 3,5 juta hingga Rp 6,5 jutaan,” jelas Kombes Gatot.

Dalam pengerjaan senpi rakitan, tersangka selalu memakai alat-alat perbengkelan, seperti grinda, alat bubut dan alat las. Sedangkan profesi sehari-seharinya adalah guru swasta. “Profesinya ini sehari-hari guru SMP,” ungkap Kabid Humas Polda Jatim, (23/4).

Baca Juga :  Agar Mandiri, Dikpora Magetan Alokasikan Silva Untuk Keperluan UNBK

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 1 UU Darurat No. 12 Tahun 1951 terkait merakit atau membuat dan atau menguasai senjata api secara illegal. Adapun ancaman hukuman maksimalnya adalah 20 tahun penjara.

“Kami kenakan UU Darurat. Ancaman hukumannya yakni maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya. (Redk)

 12,594 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!