Guyub Rukun Warga Desa Hancur Akibat BLT


ARYA-MEDIA, Magetan – Program Pemerintah untuk membantu warga terdampak Virus Corona (Covid-19), membuat kegaduhan dalam sosial kemasyarakatan. Dampak tersebut diakibatkan dengan adanya Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD).

Hal ini terjadi di Desa Mantren Kecamatan Karangrejo Kabupaten Magetan. Selain tidak merata karena angaran terbatas, BLT Dana Desa tersebut membuat guyub rukun di tengah masyarakat menjadi hancur dan rusak, padahal pembagian BLT belum dibagikan. Hal ini berakibat dampak sosial yang dapat memicu perpecahan antar masyarakat.

“Karena BLT, gotong royong antar warga menjadi rusak. Bagaimana tidak, yang biasanya pos penjagaan relawan Covid-19  selalu penuh untuk mencegah penyebaran Virus Corona, sekarang menjadi sepi. Hanya beberapa orang yang paham dan mengerti yang tetap mengabdi untuk desa, walaupun orang tersebut tidak mendapatkan bantuan,” kata Rudy DP, Kepala Desa Mantren, Sabtu (16/5/2020).

Selain itu, keterbatasan anggaran BLT 25 % dari Dana Desa, tidak dapat mengcover semua warga miskin yang ada di Desa Mantren. Karena dari 130 warga miskin di desa tersebut, BLT DD hanya mencukupi 96 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Karena sesuai juknisnya setiap KPM mendapatkan BLT 600 ribu, jadi tidak cukup untuk mengcover selama tiga bulan. Karena warga Desa Mantren rata-rata adalah sebagai pekerja buruh. Jadi, kalau boleh usul, mendingan di bagi rata biar tidak geger, atau tidak usah ada BLT saja agar masyarakat bisa tenang,” ungkap Kades, Sabtu (16/5).

Sementara itu, Suwarno selaku ketua Rw.02 desa setempat membenarkan kejadian tersebut. Semenjak ada program BLT kepada warga terdampak Covid-19, situasi di Desa Mantren menjadi tidak nyaman.

“Saat ini Desa Mantren terjadi kesenjangan sosial, banyak orang yang merasa dirinya miskin dan tidak dapat BLT menjadi iri kepada tetangganya yang dapat. Akhirnya, dampaknya kepada RT yang mendata atau Kepala Desa yang dituding tidak adil,” jelasnya kepada Arya Media.

Suwarno berharap kepada warga Desa mantren agar mengerti dan sadar, karena BLT Dana Desa harus dilaksanakan sesuai aturan yang ditentukan dari Pemkab Magetan. “Dengan adanya BLT ini, kita harus mementingkan guyub rukun antar tetangga. Kalau memang dirasa sebagai warga kurang mampu dan tidak mendapatkan bantuan BLT, kita harus lapang dada, karena saat ini semua warga terdampak semua akibat pandemi Covid-19,” pungkasnya. (Ren)

 11,923 total views,  4 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!