HEADLINE : Penemuan Mayat Mengapung di Sungai Bengawan Solo, Adalah Warga Ngawi


ARYA-MEDIA, Ngawi – Penemuan mayat perempuan tua, mengegerkan warga Desa Watualang Kecamatan/kabupaten Ngawi. Korban nahas yang diperkirakan berumur 70 tahun tersebut, ditemukan warga mengambang di pinggiran aliran Sungai Bengawan Solo,0 masuk Dusun Krajan Utara, Desa setempat. Sabtu (04/01/2020).

Bermula, sekira pukul 10.00 WIB, Bani (55) warga Dusun Jetak, Desa Selopuro, Kecamatan Pitu, Ngawi, melaksanakan pekerjaannya menebang pohon tebu di pinggir sungai Bengawan Solo. Beberapa saat kemudian, Bani (Saksi) melihat ada sesuatu yang mengambang di pinggir aliran sungai, tak jauh dari Ia menebang pohon tebu.

“Saat mendekat, ternyata ada mayat mengambang dengan memakai baju warna merah. Kemudian saya memanggil rekan saya Supriyanto untuk melaporkan kejadian tersebut ke Kades Watualang. Selanjutnya diteruskan melapor ke Polsek setempat,” kata Bani selaku saksi pertama yang menemukan jasad korban, (04/01).

Foto : Saat Petugas Kepolisian Bersama Tim SAR Kabupaten Ngawi, Melakukan Evakuasi Jenazah Korban.

Kapolsek Ngawi, AKP Kristanto Widhi Nugroho membenarkan kejadian tersebut. Atas laporan dari warga, petugas bersama tim SAR Kabupaten Ngawi, mendatangi TKP untuk melakukan evakuasi jenazah.

“Saat dievakuasi, tidak ditemukan identitas atau tanda pengenal pada jenazah tersebut. Korban saat itu dalam keadaan berpakaian lengkap dengan menggunakan baju berwarna merah dan kain jarik berwana merah marun motif corak berwarna coklat,” terang Kapolsek Ngawi.

Selain itu, pada tubuh korban, ditemukan 4 (empat) buah gelang dainatranya, tiga (3) gelang berwarna putih, dan satu (1) gelang berwana kuning emas. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD Ngawi untuk dilakukan pemeriksaan guna proses lebih lanjut.

“Pada tangan kiri korban, memakai gelang sebanyak empat buah. Yakni, tiga gelang berwarna putih, dan satu gelang berwarna kuning emas,” jelas AKP Kristianto kepada Arya Media Sabtu (04/01).

Lebih lanjut Kapolsek Ngawi menjelaskan, dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan keterangan saksi-saksi, diduga korban meninggal dunia karena terpeleset, kemudian tercebur ke Sungai dan tidak bisa berenang karena faktor usia yang sudah lanjut. Sedangkan, dari hasil pemeriksaan luar jenasah oleh Tim Medis RSU Dr.Soeroto Ngawi menerangkan, bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Menurut hasil identifikasi sidik jari manual dengan alat Inafis Portable, korban diketahui bernama Sarmini, berumur 63 tahun, warga Desa Nongkorejo, Rt.02/Rw.02, Kecamatan Paron, Ngawi,” pungkasnya.

Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan. Dan pihak keluarga menjelaskan tidak akan menuntut secara hukum kepada pihak manapun, dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. (Ren)

 1,231 total views,  1 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!