Instruksi Kapolri : Tindak Tegas Pinjaman Online Ilegal


ARYA-MEDIA | JAKARTA – Pinjaman Online (Pinjol) ilegal yang kerap meresahkan masyarakat, membuat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo naik pitam, dengan menginstruksikan kepada seluruh jajaran Kepolisian tindak tegas penyelenggara financial technology peer to peer lending (fintech P2P lending).

Tindak tegas tersebut, merupakan instruksi langsung dari Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi), terhadap kejahatan Pinjol, yang telah merugikan masyarakat di tengah Pandemi Covid-19.

“Lakukan upaya pemberantasan Pinjol dengan strategi Pre-emtif, Preventif maupun Represif,” kata Sigit, dalam arahannya kepada Polda jajaran melalui Vicon di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (12/10/2021).

Baca Juga :  Aduan Masyarakat, Judi Dadu di Kedunggalar Ngawi Digrebek Polisi

Dijelaskan Kapolri, banyaknya korban Pinjol diakibatkan dari pelaku kejahatan Pinjol yang sering memberikan promosi atau tawaran, sehingga membuat masyarakat tergiur untuk menggunakan jasa layanan tersebut. “Harus segera dilakukan penanganan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat,” tegasnya

Menurut Sigit, Pinjol ilegal sangat merugikan masyarakat, karena data diri korban bakal dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan apabila telat membayar ataupun tidak bisa melunasi pinjamannya. Ironisnya lagi, ada beberapa kasus bunuh diri lantaran tidak mampu membayar bunga besar dari Pinjol ilegal tersebut.

Baca Juga :  Tahapan Seleksi Bagus Dyah 2018 Tetapkan 10 Pasang Finalis Terbaik

“Banyak juga ditemukan penagihan yang disertai ancaman. Bahkan dalam beberapa kasus ditemukan para korban sampai bunuh diri akibat bunga yang semakin menumpuk akibat tidak membayar,” ucap eks Kapolda Banten tersebut.

Sebagai informasi, hingga Oktober 2021, Polri mencatat sebanyak 370 laporan polisi terkait kejahatan Pinjol Ilegal. Dari jumlah itu, 91 diantaranya telah selesai, 278 proses penyelidikan dan tiga tahap penyidikan.

Baca Juga :  Pemuda Pancasila PAC Lawang, Partisipasi Pengamanan Gereja Di Kabupaten Malang

“Terkait hal ini, Polri telah memiliki kerjasama tentang pemberantasan pinjaman online ilegal dengan OJK, Bank Indonesia, Kemenkominfo, serta Kementerian Koperasi dan UMKM,” tandasnya. (Red)

 430 total views,  10 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!