Istri Seorang Caleg, Kades Ketitang Diduga Lakukan Kampanye Terselubung


Arya-Media, Jateng – Salah satu warga Rumadi, tinggal di Dusun Kalisalam, Desa Ketitang, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung, JawaTengah, melaporkan Kadesnya ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kecamatan, Kamis (28/01/2019).

Mendasar pada kepala desa dilarang membuat keputusan yang menguntungkan diri sendiri, anggota keluarga, pihak lain, dan/atau golongan tertentu serta dilarang ikut serta dan/atau terlibat dalam kampanye pemilihan umum dan/atau pemilihan kepala daerah. Sekira pukul 15.00 Wib, Rumadi melaporkan Kades berinisial GS tersebut, ke Bawaslu Kecamatan dengan dugaan melanggar ketentuan bahwa seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) melakukan kampanye politik terselubung.

Rumadi mengatakan, pada saat acara Kumpulan Dawis (27/1) dan selapanan bapak-bapak (9/1) di rumah Kadus Kalisalam, Kades GS bersama istri datang untuk mengikuti acara tersebut. Usai acara berlangsung, Kades GS dan istrinya melakukan pergerakan politik dengan minta do’a restu kepada warga, sembari memberikan souvenir berupa centong dan stiker yang bertuliskan nama salah satu Calon Legeslatif (Caleg) berinisial EL.

Baca Juga :  Karhutla Terjadi di Ngawi, Lahan Senilai Ratusan Juta Melayang

“Usai acara kumpulan dawis dan selapanan bapak-bapak, Pak Kades dan istrinya minta do’a restu dengan membagikan souvenir centong dan stiker bertuliskan nama salah satu Caleg berinisial EL”, kata Rumadi, Senin (4/1/2019).

Bukti Alat Peraga Kampanye Yang Digunakan Kades Untuk Sosialisasi

Hal senada diungkapkan Sukardi Kadus Kalisalam menyampaikan, bahwa kejadian tersebut terjadi dua kali, yaitu pada saat acara kumpulan Dawis dan selapan bapak-bapak di rumahnya. Sedangkan istri dari Kades Ketitang tersebut adalah Caleg DPRD II Kabupaten Temanggung, Di Daerah Pilihan (Dapil 4). “Setelah kumpulan selesai, Kades menyampaikan sepatah dua patah kata mohon doa restu untuk istrinya dalam pemilihan anggota legislatif (DPRD II) Kabupaten Temanggung di Dapil 4”, terang Kasun Sukardi.

Baca Juga :  Musyawarah Antar Desa DAPM Kecamatan Gerih, Ada Kelompok Fiktif Gunakan Anggaran Masyarakat

“Pak Kades juga mengusahakan untuk Dusun Kalisalam nantinya akan diusahakan dari dana aspirasi sebesar Seratus juta rupiah”, jelasnya kepada Arya-Media, (4/1).

Selanjutnya tim awak media datang ke Kantor Desa untuk melakukan klarifikasi kepada Kades GS, akan tetapi tidak ada di Kantor Desa. Akhirnya tim mencoba meminta keterangan kepada salah satu perangkat sekaligus juga anggota PPS bernama Bani, untuk menggali informasi terkait Kadesnya bersama istri yang diduga melakukan kampanye terselubung tersebut.

Kepada media Bani menceritakan, “Selesai acara kumpulan dawis, Kades dan Ibu Kades datang kerumah, tapi saat itu kebetulan saya tidak dirumah jadi apa yang disampaikan kepada ibu saya benar-benar tidak tahu. Saat pulang kerumah habis olahraga bulutangkis, saya melihat ada kalender dengan ada gambar partai PKS. Secara spontan saya langsung menegur ibu saya dan untuk digulung kembali karena saya harus netral sebagai anggota PPS”, ungkap Bani.

Baca Juga :  Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi Ke-661

Setelah awak media berhasil menemui Kades Ketitang (GS) mengelak sedang melakukan kampanye, Dia berkilah bahwa semua yang disampaikan oleh beberapa saksi tersebut semuanya tidak benar.

“Saya sama sekali tidak pernah menyampaikan itu dan melakukan itu. Karena saat kumpulan di Dusun Kalisalam, saya menyampaikan program kerja Desa dan program kerja Bupati Temanggung, bukan kampanye”, kilah sang Kades.

Diketahui bahwa, sebagai proses lanjutan pelaporan pelanggaran tersebut ditindaklanjuti oleh Bawaslu Kabupaten Temanggung dan sudah memanggil beberapa saksi dan juga terlapor. (bud)

 1,996 total views,  10 views today


One thought on “Istri Seorang Caleg, Kades Ketitang Diduga Lakukan Kampanye Terselubung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!