UA-163642268-1

Jalan Damai : Kasus Guru Lempar Murid Dengan Penghapus


ARYA-MEDIA, Banyuwangi – Pelaporan orang tua ke Polsek Sempu Dua pekan lalu, karena oknum guru (AL) yang mengajar di MI Swasta Kec. Sempu, di duga telah melakukan tindakan diluar kewajaran kepada anaknya DF (10 tahun). Akibatnya, terdapat luka di bagian wajahnya karena lemparan penghapus dari bahan kayu, oleh oknum guru AL.

Dari pengakuan AL, menurut data yang dihimpun Pengurus Cabang PGRI Sempu, Siswanto, M.Pd, bahwa AL tidak bermaksud dengan sengaja melempar barang itu ke wajah DF, tetapi hanya melempar penghapus ke arah meja dengan maksud agar DF dan kawannya berhenti bermain dan fokus untuk belajar. Tetapi yang terjadi di luar dugaan, justru mengarah ke wajah DF. Sekali pun tidak parah, tapi bagian atas mata DF sedikit terluka dan berdarah.

Mengetahui kabar ada oknum guru MI dilaporkan ke Polsek, Pengurus PGRI segera bersikap dan berupaya untuk mendamaikan. Bersyukur, Ibu korban Sulityowati (28) bersedia mencabut perkaranya dan menerima untuk berdamai, Kamis (21/3/2019).

Baca Juga :  Tokoh Pawitandirogo Main Ketoprak, Bupati Magetan Perankan Adipati Terung

Mochammad Rifai, selaku Divisi Advokasi Profesi Pendidik PK PGRI mendatangi MI Salafiyah Sempu, untuk memberikan pembinaan terhadap beberapa guru.

”Bahwa PGRI adalah organisasi guru termasuk guru di bawah Kemenag, Negeri maupun Swasta. UU Pendidik dan Dosen nomor 14 tahun 2005 itu melindungi semua guru, yang bekerja di lembaga pendidikan formal,” kata Rifai, yang juga sebagai Kasek SMA Negeri Darussholah, (21/3).

Baca Juga :  Derasnya Arus Sungai Dari Luapan Banjir, Akibatnya Jembatan Desa Ambrol

Rifai meminta, kepada para pendidikan untuk dapat menjalankan tugas profesi sebagai pendidik yang penuh kasih sayang dan sabar. Di samping UU Pendidik dan Dosen, UU Sistem Pendidikan. “Selain itu, UU perlindungan anak juga perlu dibaca dan dipahami oleh para praktisi pendidikan,” terangnya.

Menurutnya, masih ada beberapa guru yang masih menggunakan cara-cara kuno dalam menciptakan suasana tertib dan disiplin dalam proses belajar mengajar. “Kekerasan baik fisik maupun verbal masih sering dipandang efektif dalam proses pendidikan”, ungkapnya kepada media.

Baca Juga :  Kepala Kelurahan Kraton: Tahun 2021 Lanjutkan Proyek Pembangunan.

Sedangkan, PGRI di bawah Divisi Advokasi Profesi Pendidik, terus berupaya untuk memberikan pencerahan kepada anggotanya agar terhindar dari perbuatan melawan hukum,” jelas Rifai kepada media. (rdy35/ren)

 1,485 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!