Jebakan Tikus Beraliran Listrik Memakan Korban Lagi


ARYA-MEDIA, Ngawi – Pembasmi hama dengan menggunakan jebakan tikus beraliran listrik, memakan korban lagi. Hal ini terjadi di wilayah Ngawi, yang mengakibatkan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) tewas di lokasi, tepatnya di persawahan Desa/Kecamatan Pangkur Kabupaten Ngawi. Selasa (07/01/2020).

Sawah milik Dikem (60) warga Dusun Serenan RT.08/RW.02 Desa setempat, sekira pukul 05.00 WIB, ditemukan korban sudah terbujur kaku diduga akibat tersengat aliran listrik jebakan tikus..

Awal penemuan korban, dilaporkan oleh saudara Kadiman (60) saat pergi ke sawah menemukan korban  tewas tergeletak di pematang sawah milik Dikem. Kemudian saksi Kadiman memberitahu saudaranya jaimin (53)untuk melaporkan ke Polsek Pangkur di wilayah hukum Polres Ngawi.

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan terhadap korban oleh petugas Polsek Pangkur, diduga kuat korban merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang diperkirakan berumur 70 tahun.

“Menurut keterangan saksi, menemukan mayat tergeletak didekat galengan (pematang) sawah milik Mbah Dikem. Namun saat diperiksa, identitasnya tidak jelas, dan diduga korban tersebut adalah orang gila. Untuk penyebab kematian korban, memang kuat dugaan akibat jebakan tikus,” ujar petugas Kanit Polsek Pangkur, Ipda Muhammad Arif, Selasa (07/01).

Sementara itu, saat dikonfirmasi kepada Kapala Desa Pangkur, Sahardi, dilokasi kejadian mengatakan, bahwa pihaknya sudah memperingatkan kepada para petani untuk berhati-hati dengan memasang jebakan tikus beraliran listrik.

“Kami asudah mengingatkan kepada petani, karena hama tikus tidak dapat dikendalikan hanya dengan mengambil langkah Jebakan tikus beraliran listrik. Menurut para petani, itu adalah alat paling efektif  untuk membasmi tikus, karena dikasih makan racun tidak mempan. Dan dari Pemerintah Desa sendiri, sudah mensosialisasikan groboyakan tikus, dan itu sudah diefiktifkan,” ujarnya. (Endik)

 738 total views,  1 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!