Jelang Hari Raya Idul Adha, Polres Ngawi Grebeg Penampungan Sapi Gelonggongan


ARYA-MEDIA, Ngawi – Kapolres Ngawi, AKBP MB. Pranatal Hutajulu bersama Satreskrim Polres Ngawi, berhasil mengungkap praktek penggelonggongan sapi, di rumah milik warga Ngadirejo, RT 10/RW 05, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi. Tepatnya Gang Mawar, Jalan Ronggowarsito, yang di duga sebagai penampungan hewan yang merangkap rumah potong hewan.

Dari hasil pengungkapan Satreskrim Ngawi menemukan 5 ekor sapi jantan jenis Limosin, dan ditemukan 1 ekor sapi yang kondisinya sudah mati akibat praktek gelonggongan, 2 rol selang air besar, 3 rol selang air kecil dan sebuah ember warna hitam di lokasi kejadian yang di duga di gunakan oleh pelaku.

Dalam prakteknya, sebelum sapi tersebut di distribusikan ke sejumlah kota, yaitu Surabaya, Solo dan Sragen. Pelaku dengan inisial ANA (19) bersama tiga pekerjanya, sapi tersebut digelonggong terlebih dahulu dengan cara memasukan selang plastik melalui mulut sapi dengan dialiri air secara berlebihan. Tujuannya adalah untuk memanipulasi berat sapi ketika dijual kepada konsumen dengan selisih harga berkisar Rp 500 ribu per ekor sapi. Dan mengakui baru di lakukan kurang lebih 8 hari dengan 7 kali penggelonggonan untuk 10 sapi yang dikirim ke Surabaya.

Baca Juga :  Dandim Probolinggo Hadiri Jalan Sehat Pada HKS ke 60 Kota Probolinggo

AKBP .MB Pranatal Hutajulu , Kapolres Ngawi mengatakan, “Mendapati informasi dari masyarakat, kita langsung tindak lanjuti. Setelah dilakukan penyelidikan kita berhasil mengungkapkan praktek sapi gelonggongan dari tempat penampungan yang di duga illegal. Ini sebagai sebagai upaya untuk melindungi konsumen menjelang hari raya Idul Adha”, ungkapnya.

Ditempat yang sama, didapat informasi dari warga sekitar TKP yang enggan menyebutkan namanya menjelaskan, “Praktek glonggong sapi di lingkunganya sudah berjalan cukup lama, bahkan sempat di datangi petugas namun entah apa alasanya praktek itu tetap berjalan. Pada saat pengrebekan sebelumnya pelaku sempat kabur ke Sragen”, terangnya.

Baca Juga :  Pengurus PWI Magetan Periode 2020-2023 Resmi Dilantik

Saat ditelisik awak media pada Suparno selaku ketua RT/10 RW/V menuturkan, “Saya tidak tahu persis apa yang di lakukan oleh warg saya terkaid kasus ini. Yang saya tahu tiap pasaran hewan selalu ada ternak (Sapi) yang di bawa ke tempat penampungan ini”, ucap Pak RT.

Sementara, pelaku beserta barang bukti langsung di amankan ke Mapolres Ngawi. Akibat perbuatannya, pelaku di ancam dengan pasal berlapis, UU RI No.8 tahun 1999, pasal 8 (1) huruf a,c dan jo pasal 62 (1) tentang perlindungan konsumen sub pasal 66A (1) jo pasal 91 B (1) UU RI NOMOR 41 TAHUN 2014 tentang perubahan UU Nomor 18 tahun 2009 tentang peternakan dan kesehatan hewan jo pasal 55 KUHP, Dengan ancaman kurungan 5 tahun penjara. (bb/ops/redk)

 531 total views,  3 views today

Baca Juga :  Update 06 Agustus 2020 : Bertambah 1 Orang Positif, 9 Pasien Warga Plaosan Sembuh


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!