Jeritan Pedagang Kaki Lima Menghadapi Pandemi Covid-19


ARYA-MEDIA, Magetan – Merebaknya pandemi Virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Magetan, membuat semua kalang kabut. Berbagai macam strategi juga dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat maupun daerah, untuk memerangi penyebaran Corona Virus Desiase 2019 (Covid-19). Mulai dari Pemerintahan hingga kehidupan masyarakat pun, semuanya mendapatkan dampak dari ganasnya virus tersebut.

Salah satunya juga berdampak kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) bernama Supardi (45), warga Sukowinangun yang berjualan sate di pinggir jalan. Tepatnya berada diantara Jalan Kemasan dan Jalan Imam Bonjol Kota Magetan.

Dari pengakuannya, Supardi mengalami penurunan omset sangat drastis hingga samapai 50% lebih, sejak ditetapkannya wilayah Magetan sebagai zona merah. “Sejak Corona menyerang Magetan, pembeli menjadi sepi dan omset kami menurun hingga sampai 50 persen lebih,” kata Supardi, Jum’at (03/04/2020).

Dijelaskan Supardi, sebelumnya dalam sehari-hari, pihaknya dapat menjual sate sebanyak 500 tusuk. Namun, semenjak pandemi wabah Corona menyerang hingga menjadikan Magetan sebagai zona merah Covid-19, penjualan satenya hanya mencapai rata-rata 150 tusuk perhari.

“Kalau sekarang, kadang-kadang 250 tusuk, bahkan yang sering hanya menjual sebanyak 100 tusuk. Yang penting masih bisa buat makan untuk sehari-hari mas,” jelasnya kepada Arya Media, (03/04).

Sementara itu, Supardi hanya bisa pasrah dan berdoa dengan apa yang dialaminya. Karena keadaan tersebut tidak hanya menimpa dirinya, namun juga dirasakan oleh semua orang, bahwa pandemi Corona sudah merebak secara global bahkan mendunia.

“Kami hanya bisa pasrah dan berdoa, semoga wabah Corona ini segera hilang dari muka bumi ini. Agar kehidupan kami bisa normal kembali,” pungkasnya. (Ren)

 3,130 total views,  1 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!