UA-163642268-1

Kabar KBM Tatap Muka Tingkat SD di Magetan


ARYA-MEDIA | MAGETAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan Jawa Timur, bakal memberlakukan sekolah tatap muka bagi sekolah tingkat dasar (SD) dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Pemuda Olah Raga (Dikpora) Kabupaten Magetan.

Hal itu disampaikan Kepala Dikpora Magetan, Drs. Suwata, M.Si., usai mengikuti pemaparan kunjungan kerja (Kunker) Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BAPEMPERDA) DPRD Provinsi Jawa Timur, dalam rangka pembuatan peraturan daerah terkait penanganan Covid-19, di Pendopo Surya Graha, Selasa (15/12/2020).

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka jenjang SMP di Kabupaten Magetan, yang dimuali sejak 16 November 2020 lalu, menjadi poin besar bagi Dikpora Magetan atas keberhasilannya mencegah penyebaran Covid-19 pada cluster pelajar.

Baca Juga :  Diduga Merugikan Negara 6,6 Milyar, Ketum MPN Laporkan SMA Dan SMK Bondowoso Ke Kejari

“Ini masih terus kita evaluasi, sedangkan sekolah SD tetap menunggu keputusan Kepala Daerah,” ujar Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Magetan.

Dijelaskan Suwata, sesuai SKB Menti dari evaluasi terakhir terhadap KBM tatap muka, bakal diberlakukan untuk semua jenjang pendidikan per Januari 2021. Akan tetapi semua dikembikan kepala daerah masing-masing. “Untuk saat ini kita mau mengadakan sosialisasi dan menyampaikan kepada kepala sekolah SD untuk menyiapkan sekolahnya,” jelasnya kepada Arya Media, Selasa (15/12).

Selain itu, banyak pertimbangan dalam melaksanakan KBM tatap muka bagi pelajar. Yakni penurunan mutu pendidikan, kendala tumbuh kembang anak, menhindari kekerasan dalam rumah tangga, anak stress, dan resiko learning loss.

Baca Juga :  Kesigapan Polres Magetan Berhasil Amankan Konvoi Pelajar

“Sekolahan harus dilakukan asesment dari tim gugus tugas seperti SMP kemarin. Jika sekolah tersebut layak dan mendapat rekomendasi, maka bisa melakukan KBM tatap muka. Semuanya tergantung pada tim, dan kita tidak bisa menentukan, sekaligus mempertimbangkan perkembangan Covid di Kabupaten Magetan,” terang Suwata.

Sementara, Bupati Magetan belum memberikan kepastian kapan sekolah SD akan diberlakukan KBM tatap muka. “Untuk SD kita masih liat situasi, nanti kondisinya seperti apa. Kalau misalkan nanti  ada vaksin, mungkin kita bisa evaluasi tata cara yang baru. Tapi sesuai arahan pusat tetep pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak,” ungkap Bupati Suprawoto, (15/12)

Baca Juga :  Nyawa Pepadi di Tengah Pandemi, Muslimin : Pemkab Harus Peduli Kepada Pelaku Seni

Diketahui bahwa, Pemerintah Indonesia telah memiliki vaksin Covid-19 sebanyak 1,2 juta vaksin buatan Sinovac. Vaksin tersebut telah lolos uji secara klinis dan akan mengupayakan 1,8 juta dosis vaksin pada awal januari 2021 mendatang.

“Untuk vaksinnya Magetan belum nerima, karna pada waktu virtual dengan Menkes, kita diminta untuk menunggu. Jadi kalau misalkan sudah ada kabar dari pusat, baru kita tunjuk siapa yang duluan dan yang pasti NaKes yang duluan,” pungkas Bupati Magetan. (Ren)

 5,704 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!