Kapenrem 083/Bdj Menegaskan, Pawai Budaya PAUD Probolinggo Tidak Ada Kesengajaan


Kapenrem 083/Bdj Mayor Inf Prasetya HK, SH. MH.

ARYA-MEDIA, Probolinggo – Kegiatan karnaval “Pawai Budaya PAUD Se-Kota Probolinggo” diikuti oleh 158 peserta dari Kelompok bermain TK dan PAUD Se-Kota Probolinggo, (17/8/2018).

Karnaval dan seni budaya, bertujuan untuk mengenalkan pakaian adat dan seni budaya yang ada di Indonesia. Harapannya, agar masyarakat mengenal seni budaya Kota Probolinggo, dan perkenalkan ragaman budaya yang ada di Indonesia.

Namun, ada yang beda dalam pelaksanaan Pawai Budaya tersebut. Salah satu peserta TK Binaan Kodim 0820 Probolinggo yang menggunakan busana muslim hitam dan memakai replika senjata. Tentu hal ini mengundang persepsi lain dari beberapa media lokal dan masyarakat karena dianggap mengandung unsur Radikalisme.

Baca Juga :  Akibat Hujan Deras Di Lereng Ijen, Tiga Kecamatan Beri Komando Evakuasi

Menurut informasi yang didapat, bahwa pihak panitia penyelenggara dan sekolah bermaksud untuk mengingatkan kembali jiwa patriotisme kepada anak-anak. Dan tidak ada maksud untuk mengacu pada simbol Radikalisme atau terorisme.

Hartatik kepala Sekolah TK menyampaikan bahwa, dalam pemilihan pakaian tersebut dilakukan secara spontan, yaitu memanfaatkan propertis yang ada di sekolah, dengan pertimbangan untuk mengurangi biaya kegiatan dan tidak dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Pihak Yayasan.

Baca Juga :  Apes..... Karena Hujan Angin, Atap Rumah Roboh Dua Kali

Hal itu, dibenarkan oleh Dandim 0820/Probolinggo Letkol Kav Depri Rio Saransi, S.Sos. M.M saat melaksanakan press conference pada hari sabtu di Mapolres Probolinggo yang didampingi Kapolres AKBP Alfian Nutizal, SH S.IKM. Intinya tidak ada unsur kesengajaan dan sudah koordinasi dengan kepala sekolah”, tutur Dandim, Sabtu (18/8/2018).

Di tempat lain, Panitia penyelenggara Sdri. Ruspini juga menyampaikan terdapatnya kekurangan dalam pelaksanaan pawai tersebut, karena dari pihak panitia tidak terdapat Petugas Khusus untuk melakukan Pengecekan terkait Kostum dan atribut yang dipakai oleh Peserta. Padahal tema sudah diserahkan sebelum kegiatan dimulai.

Baca Juga :  Polres Pasuruan : Sosialisasikan POLMALIDA Kepada Masyarakat Sebagai Trnasportasi Sehat

“Kekurangan ini akan dijadikan koreksi dalam penyelenggaraan kedepannya untuk menjadi lebih baik. Dan panitia lalai dalam melaksanakan kontrol dan pengecekan”, terangnya.

Mendengar hal itu, Kapenrem 083/Bdj Mayor Inf Prasetya HK, SH. MH, juga ikut turun langsung untuk klarifikasi situasi yang sebenarnya. Bahwa pawai tersebut merupakan keteledoran, jadi sebetulnya tidak ada tema radikalisme hanya memanfaatkan atribut yang sudah ada. Kenapa tidak disampaikan pada ketua yayasan, dan intinya ini tidak ada unsur kesengajaan” tegas Mayor Inf Prasetya HK, SH. MH pada Arya-Media. (nis/redk)

 454 total views,  3 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!