UA-163642268-1

Karena Depresi, Bapak Dua Anak Di Ngawi Nekat Gantung Diri


ARYA-MEDIA, Ngawi – Kasus bunuh diri terjadi lagi di Kabupaten Ngawi, yakni terdapat seorang pria warga Desa Puhti, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Senin (24/6/2019).

Diketahui, korban bernama Santoso (48), Desa Puhti, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Diduga bapak dua anak nekat melakukan aksi bunuh diri tersebut akibat depresi,

Berawal dari Wiwin Supriyanti (33) isteri korban, mengetahui bahwa suaminya tidak mau mandi sekitar empat hari. Menanggapi hal itu, Wiwin selalu mengawasi tingkah laku dari suaminya tersebut. Sebelumnya, pada hari Minggu (23/06) sekitar 20.00 Wib, istri korban masih melihat dia (suaminya red) berada di rumah tanpa menunjukkan gelagat yang mencurigakan.

Baca Juga :  Petugas Gabungan di Bojonegoro Rutin Operasi Gakplin

Tidak disangka, pada Senin pagi (24/6), sekira pukul 05.00 Wib, istri korban terkejut dan shok sewaktu bangun tidur mengetahui suaminya sudah dalam posisi tergantung di teras depan rumahnya.

Kapolsek Karangjati, AKP.Suparman membenarkan, peristiwa gantung diri Santoso tersebut.  Korban nekat mengakhiri hidupnya dengan tali tampar warna hijau yang dikaitkan pada sebuah kayu di teras rumah.

Baca Juga :  Kasdim 0820 Silahturahmi Kades Wedusan

“Korban memang diketahui meninggal akibat bunuh diri dengan cara gantung diri. Diduga akibat depresi, karena korban sudah lama mengidap depresi,” jelas AKP.Suparman, Senin (24/6).

AKP Suparman mengungkapkan, hasil dari laporan tim medis bahwa korban meninggal dengan ciri-ciri gantung diri. Dan pada tubuh korban, tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan.

“Dari pihak keluarga sudah menerima kematian korban sebagai musibah, selanjutnya jenazazh diberikan kepada pihak keluarganya untuk disemayamkan,” pungkasnya. (ren)

Baca Juga :  Pembinaan Anggota TNI Sebagai Antisipasi Balatkom dan Radikalme

 

 3,019 total views,  6 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!