Karena Kecemburuan, Kakeh Sukimin Dibunuh Keponakannya Sendiri


ARYA-MEDIA, Magetan – Kasus ditemukannya mayat seorang kakek yang mengegerkan warga karena bunuh diri, kini terkuak sudah. Pasalnya korban yang bernama Sukimin (81) warga Rt.16 / Rw.02, Desa Purwodadi, Kecamatan Barat, Kab. Magetan tersebut, bukan karena bunuh diri, melainkan dibunuh oleh keponakannya sendiri SGY (43) yang tinggal didepan rumahnya.

Hal tersebut diungkap oleh Kapolres bersama Satreskrim Polres Magetan yang dikatakan dalam Press Conference nya pada hari Jum’at 23 November 2018, di Mapolres Kabupaten Magetan.

AKBP Muhammad Riffai selaku Kapolres Magetan mengatakan, Bahwa Sukimin tewas bukan karena bunuh diri, melainkan dibunuh oleh keponakannya  sendiri, yang rumahnya persis di depan rumah korban.

Baca Juga :  Anarkisme Massa Pendukung Capres Dan Cawapres, Dihalau Ribuan Aparat Sispamkota

“Awalnya banyak warga yeng mengira kejadian tersebut adalah kejadian bunuh diri. Namun setelah dilakukan olah TKP, kita menemukan petunjuk lain yang mengarah kepada pembunuhan. Karena, posisi pisau yang digunakan tersangka untuk menggorok dan menyayat leher korban dalam keadaan terlipat, dan  diperkuat dengan hasil visum yang menyatakan ada 3 luka sayatan. Kemudian kita kembangkan dan akhirnya kita tertuju kepada keponakan korban”, terang Kapolres Magetan (23/11).

Baca Juga :  Pejabat Kementrian PUPR Terjaring OTT KPK

Pembunuhan tersebut lanjut Kapolres, dikarenakan ada unsur kecemburuan tersangka SGY terhadap korban yang selalu mengutamakan keponakan lainnya apabila korban sedang mempunyai uang. Dengan kekesalannya, saat tengah malam SGY sedang tidur datanglah korban kerumahnya dengan menggedor-gedor pintu rumahnya dengan berteriak. Meras terganggu, muncullah niat SGY untuk menghabisi nyawa korban Sukimin.

“Motif pelaku adalah karena kecemburuan, karena bila korban punya uang dari hasil jual kayu dan lain-lainnya, yang diberitahu justru keponakan lainnya, bukan tersangka SGY. Padahal korban selalu meminta makan kepada keluarga tersangka”, ungkap AKBP Muhammad Riffai.

Baca Juga :  Pembangunan Ruang Gedung Pertemuan di Hari Ulang Tahun DPC Partai Demokrat Magetan Yang Ke-19

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 340 KUHP subsider pasal 338 KUHP, dengan ancaman hukuman selama-lamanya dua puluh tahun penjara.

Diketahui, sekitar pukul 06.00 Wib, awal ditemukannya mayat korban Sukimin (81) pada hari Senin 19 November 2018. bertempat disebuah pekarangan belakang rumahnya, Desa Purwodadi, Rt.16 / Rw.02, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan. (ren/redk)

 448 total views,  10 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!