Karena Masalah Keluarga, Warga Ngawi Nekat Mengakhiri Hidupnya Dengan Cara Gantung Diri


ARYA-MEDIA, Ngawi – Terjadi lagi, warga Kecamatan Kedunggalar, Ngawi, digegerkan dengan penemuan mayat akibat gantung diri. Aksi bunuh diri tersebut, diduga karena permasalahan keluarga, yang mengakibatkan korban nekat mengakhiri hidupnya. Rabu (04/12/2019).

Korban bernama Mudzofir (42) asal Dusun, Gebung Des Pelangkidul, Kecamatan kedunggalar, Kabupaten ngawi.  Kejadian tersebut, ditemukan warga sudah tergantung di atas pohon Jaranan setingg  4 meter desa setempat.

Bermula dari saksi Sarkowi warga Dusun Gebung, RT.12/RW.04, Desa Pilangkidul Kecamatan Kedunggalar, bermaksud ingin pergi ke sungai untuk buang air besar. Saat di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP), Dia terkejut karena telah melihat ada seseorang yang tergantung di Pohon Jaranan. Karena ketakutan, saksi Sarkowi kemudian memanggil Mukhslih(30) untuk memastikan apa yang dilihatnya ternyata benar, bahwa ada sesosok mayat sedang tergantung dengan kondisi wajah tertutup kain.

“Sekira pukul 06.00 WIB, saya pergi ke sungai dengan niat untuk buang air besar.  Namun ditengah perjalanan, saya melihat seorang yang tergantung pada Pohon Jaranan. Kemudian saya memanggil teman saya (Mukhslih)untuk memastikannya, dan ternyata benar ada orang gantung diri,” ujur Sarkowi, di lokasi kejadian, Rabu (04/12).

Menurut informasi yang dihimpun Arya Media, dari penyelidikan yang dilakukan petugas kepolisian bersama tim medis Puskesmas Kedunggalar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Tanda tanda gantung diri terpenuhi. Pada kemaluan Korban mengeluarkan sperma, dan pada anus korban juga mengeluarkan Kotoran. Diduga korban meninggal karena gantung  diri,” ungkap Kapolsek Kedunggalar, AKP Sukisman.

Selanjutnya, Petugas Polsek Kedunggalar melakukan evakuasi Korban dengan dibantu warga sekitar.  “Dari keterangan beberapa saksi di TKP, korban nekat gantung  diri diduga karena ada permasalahan  keluarga,” jelas AKP Sukisman, (04/12).

Sementara itu, keluarga Korban menerima kematian korban karena musibah dan takdir, dan tidak keberatan untuk dilakukan outopsi dengan membuat surat pernyataan. Kemudian jenazah dikembalikan kepada pihak keluarga untuk segera di makamkan. (Endik/Ren)

 1,332 total views,  7 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!