Karyawan Demo Saat Darurat Corona, Pemkab Magetan Talangi Gaji Buruh Pabrik Yang Belum Terbayarkan


ARYA-MEDIA, Magetan – Disaat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan gencar menghadapi pandemi virus Corona (Covid-19), ribuan para buruh pabrik PT. Bintang Inti Karya yang berada di Desa Karangsono Kecamatan Barat Kabupaten Magetan, gelar demo besar-besaran. Selasa malam (24/03/2020).

Ribuan karyawan tersebut, menuntut perusahaan produksi pakaian dalam itu untuk segera membayar 50% gaji para buruh yang belum terbayarkan dari total gaji sebesar Rp 1,9 jutaan.  

Dari data yang dihimpun Arya Media, perusahaan milik PT. Bintang Inti Karya  diduga sedang mengalami kemacetan akibat dampak penyebaran Virus Corona. Sehingga tidak bisa melakukan ekspor impor barang ke luar negeri. Sedangkan ribuan karyawan tetap bersihkukuh dengan menuntut kepada perusahaan agar hak upah mereka segera dibayarkan.

“Perusahaan meminta karyawan untuk mengerti, tapi perusahaan tidak mau mengerti tentang kondisi karyawan, trus makan apa….? Sedangkan, kami sudah melaksanakan kewajiban bekerja kepada perusahaan, dan sekarang minta gaji penuh sebagai hak kami,” ucap salah satu karyawan bernama Susilowati yang sudah bekerja selama 3 tahun, Selasa (24/03).

Karena tidak ada titik temu antara perusahaan dengan para karyawan, akhirnya Pemkab Magetan turun tangan dengan menjamin kekurangan gaji yang belum terbayarkan sebagai hak para buruh pabrik. Selain itu, Bupati Magetan tidak ingin masalah berlarut-larut, melihat kondisi Magetan sedang menghadapi Darurat Corona

” Tadi malam sekitar pukul 22.00 Wib, kami hadir bersama Kapolres dan Dandim untuk mengambil solusi jalan tengah.  Akhirnya, Pemda menjamin kekurangan gaji hak karyawan, dan perusahaan nanti hubungannya dengan Pemda,” ungkap Bupati Magetan, Rabu (25/03).

Bupati Suprawoto juga menjelaskan, kesanggupan perusahaan dan permintaan karyawan hanya berjarak dua minggu, maka dari itu Pemerintah memberi solusi untuk membantunya. Sehingga kedepan perusahaan tetap berjalan bilamana sudah normal dan hak karyawan juga terpenuhi

“Itu khan tuntutan karyawan adalah gaji yang separo minta dibayar bulan ini juga, sedang perusahaan bahan baku stop dari China dan tujuan ekspor sedang lockdown. Oleh sebab itu, Pemda memberi talangan dan akan diganti perusahaan,” jelas Bupati Suprawoto melalui pesan singkatnya, (25/03).

Sebagai informasi bahwa, ribuan buruh pabrik ekspor impor di wilayah Kabupaten Magetan, melakukan aksi demo mulai pukul 18.00-22.00 Wib. Para tenaga buruh tersebut, memadati halaman perusahaan produksi pakaian dalam, untuk menuntut sisa upah gaji yang belum dibayarkan.

Selain itu, ribuan buruh yang didominasi perempuan itu, memaksa pihak manajemen pabrik untuk segera membayar penuh hak mereka pada malam itu juga. Hingga akhirnya, sekira pukul 22.30 Wib, dilanjutkan pengambilan gaji oleh para karyawan dan pulang membubarkan diri ke rumah masing-masing. (Ren)

 29,070 total views,  5 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!