UA-163642268-1

Kasus Cukur Petal Rambut Muridnya, Guru Arya Jadi Tersangka


ARYA-MEDIA, Banyuwangi – Terdengar kabar bahwa, gelar perkara kasus dugaan penganiayaan guru terhadap siswanya di Banyuwangi, telah dilakukan jajaran Polsek Rogojampi pada tanggal 20 Mei 2019. Dari hasil gelar perkara itu, Polsek Rogojampi telah menetapkan satu tersangka dari tiga tersangka lainnya, guru tersebut adalah guru Arya yang sedang viral di beberapa media.

Didampingi kuasa hukumnya, tim Advokasi PGRI yang diketuai Gembong Aji R Ahmad, S.H., bahwa guru Arya telah memenuhi panggilan Polisi untuk dimintai keterangan saksi yang berakhir penetapan sebagai tersangka. Sementara kuasa hukum Arya tersebut menilai ada yang kurang pas dengan penetapan guru Arya sebagai tersangka.

Pengacara jebolan PKPA Universitas Gajahmada itu mengaku, akan melakukan tindakan hukum dengan cara mengajukan gugatan praperadilan atas putusan tersebut. “Bahwa putusan ketersangkaan atas guru Arya dinilai kurang memenuhi syarat hukum. Sepertinya ada kekurangan barang bukti, karena ini kerja tim, maka saya kerjakan secara tim, secara profesional,” paparnya melalui via ponsel, Jum’at (24/5/2019).

Baca Juga :  Pagelaran Wayang Kulit Ki Purbo Jadi Perhatian Warga Dalam Menyambut HUT RI Ke-73

Gembong menjelaskan, pihaknya sebagai tim relawan, akan beruasaha optimal memperjuangkan keadilan terhadap guru Arya. Profesi guru dalam menjalankan tugas harus dilindungi, sesuai amanah undang-undang.

“Sekedar diketahui, bahwa kasus yang melibatkan guru Arya ini sebenarnya biasa terjadi. Yang bermaksud untuk merapikan rambut murid-muridnya. Karena yang melakukan (yang diperintah) bukan tukang cukur jadinya petal-petal,” jelasnya.

Baca Juga :  Khofifah Membuka Workshop, Kemendagri Bakal Ceramahi Pejabat Jatim

Sebagai informasi, dua (2) guru ekstra Beladiri PSHT yang melakukan pemetalan terhadap belasan murid tersebut, juga telah dijadikan tersangka. Di luar sangkaan antara orang tua murid yang protes, terdapat oknum aparat. Melihat hal itu, Gembong kuasa hukum guru Arya pun menyayangkan oknum aparat yang seharusnya bisa mendamaikan keadaan, justru malah main hakim sendiri terhadap guru Arya yang disaksikan kaseknya.

Kabarnya tindakan sewenang-wenang oknum itu sudah ditangani oleh pihak berwajib di lingkungan dinasnya. Sementara itu, Devisi Advokasi Profesi Guru PK PGRI, Mochammad Rifai, M.Pd. membenarkan kabar atas ketersangkaan guru Arya. Dihubungi via ponsel di kantornya SMA Negeri Darussholah Singojuruh.

Baca Juga :  Update 9 September 2020 : 19 Pasien Sembuh, 12 Orang Terconfirm Positif

“Benar Mas, saya sudah klarifikasi langsung ke Kapolsek Rogojampi. Selanjutkan perkara ini sepenuhnya saya serahkan ke Tim Pengacara PGRI “, kata Mochammad Rifai.

Sementara, menurut PC PGRI Blimbingsari, Supardi, M.Pd., juga menyesalkan terhadap kasus ini sampai harus ke meja hijau. ”Upaya damai yang difasilitasi PGRI, Perangkat Dinas Pendidikan, dan Perangkat Desa, semuanya sudah dilakukan. Akhirnya semua saya serahkan ke mekanisme hukum. Dan PGRI tetap memberikan support terhadap proses hukum guru Arya,” ujar Supardi, disampaikan oleh Ketua Devisi Advokasi Profesi Guru PK PGRI. (rdy/ops)

 1,884 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!