UA-163642268-1

Keberhasilan Pamsimas 2018, Tolok Ukur DPUPR Cipta Karya Meningkatkan Insfrastruktur Di Magetan


ARYA-MEDIA, Magetan – Dalam pemenuhan air minum dan sanitasi, Pemkab Magetan melalui Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Kab. Magetan, melalui bidang Cipta Karya, telah berhasil melakukan peningkatan infrastruktur dasar berbasis masyarakat yaitu Program Pamsimas Tahun 2018.

Pelaksanaan Pamsimas Kabupaten Magetan 2018, berasal dari anggaran APBN sebesar 2,2 Milyar, dan APBD Kab. Magetan 500 juta, ditambah dengan 10% dari APBDes, telah menyebar di 11 Desa yang ada di Kabupaten Magetan.

Dengan keberhasilan tersebut, ditahun 2019 ini, Pemerintah bakal memperluas peningkatan insfrastruktur dasar berbasis masyarakat melalui program Pamsimas untuk calon 10 Desa yang masih memiliki masalah air minum dan sanitasi dalam swakelola Desa.

Baca Juga :  Ratusan Pelajar Ikuti Seleksi Pemilihan Bagus Dyah Tahun 2019

“Rencana tahun ini ada 10 Desa, yang akan mendapatkan program Pamsimas tahun 2019. Untuk prosentase pembiayaan dana yang digunakan, sama dengan tahun sebelumnya”, kata Sudiro ST. Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya, Dinas PUPR Kab. Magetan, Kamis (14/3/2019).

Sudiro ST, Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Magetan.

Sudiro menjelaskan, bahwa program Pamsimas merupakan salah satu kegiatan pembangunan infrastruktur permukiman berbasis masyarakat. Melalui pendekatan ini, masyarakat difasilitasi untuk secara mandiri dapat memenuhi kebutuhan infrastruktur air minum dan sanitasi. “Pemberdayaan masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan peran masyarakat sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah untuk pengelolaan pelayanan air minum dan sanitasi di kawasan perdesaan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bojonegoro : Pelantikan Dan Pengambilan Sumpah Calon Kades Terpilih Dengan Vidcon

Keberhasilan ini diakui oleh Puryanto, Kepala Desa (Kades) Mrahu, Kecamatan Kartoharjo, Kab. Magetan, karena termasuk yang pertama kali dalam penyelesaian fisik pembangunan tandon lengkap beserta fasilitas pendistribusian sebagai penampung air. Bahkan Pemerintah Desa (Pemdes) Marhu, sudah mengalirkan pendistribusian airnya kerumah-rumah warga. “Memang benar, Desa Kami yang pertama kali menyelesaikan program Pemerintah untuk tahun ini, bahkan sudah mengalir kerumah-rumah warga”, jelas Puryanto, (14/3).

Baca Juga :  Saling Sapa, DPRD Ngawi Gelar Rakor Bersama OPD

“Kedepan kami akan mengembangkan penditribusian kepada masyarakat, agar semua warga dapat merasakannya. Karena selain bersih, rencananya pihak Desa akan ada swakelola kepada warga yang hanya merogoh kocek perbulan 5 ribu rupiah sebagai abonemen, dan 1.500 rupiah permeter kubik”, tutupnya. (ren/adv)

 5,116 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!