Kebijakan Dikpora Magetan Dalam Menyambut Tahun Ajaran Baru 2020/2021


ARYA-MEDIA, Magetan – Memasuki tahun ajaran baru 2020/2021 untuk pelajar TK, SD, dan SMP, pada 13 Juli mendatang, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Kabupaten Magetan menyampaikan kebijakan terkait proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di masa pandemic Covid-19.

“Surat edaran sudah kita sampaikan. Hari ini kita lakukan penegasan melalui virtual, kepada 70 sekolah di Kabupaten Magetan,” kata Drs. Suwata, M.Si., Kepala Dikpora Kabupaten Magetan, Selasa (07/07/2020).

Memasuki tahun ajaran baru 2020/2021, Dikpora Kabupaten Magetan mengambil langkah untuk proses KBM tetap dilakukan di rumah. Sesuai Surat Keputusan Bersama (SK) dari Menteri Pendidikan, Agama, Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri, yang mengedapankan keselamatan bagi peserta didik.

“Karena Magetan merupakan zona orange, maka kegiatan belajar mengajar sementara tidak boleh dengan tatap muka, yaitu dengan system daring. Jadi KBM tetap dilakukan di rumah,” terang Suwata.  

Dijelaskan Suwata, proses belajar mengajar di sekolah hanya dilakukan apabila zona kewilayahan menjadi status hijau (zero covid-19). Pun harus dengan beberapa persyaratan, yakni mendapatkan izin dari Kepala Daerah, Gugus Tugas Covid-19, Komite sekolah, dan wali murid dari peserta didik.

“Jadi, kuncinya pada orang tua peserta didik. Kalau orang tua setuju, maka proses belajar dengan tatap muka diperbolehkan. Begitu sebaliknya, kalau orang tuanya masih kawatir atau sanksi, maka peserta didik boleh tidak masuk dengan belajar dari rumah. Semua itu berlaku bagi wilayah yang mempunyai status covid-19 menjadi zona hijau,” jelas Kepala Dikpora Kabupaten Magetan, Selasa (07/07).

Suwata juga menghimbau kepada semua sekolah di Kabupaten Magetan, untuk dimulainya tahun ajaran baru dilakukan dengan cara virtual. Sehingga proses belajar mengajar di sekolah sudah berjalan.

“Kegiatan belajar mengajar bisa dilakukan dengan daring, luring, atau dengan kunjungan ke rumah siswa. Khusus SD, karena tidak dimungkinkan untuk daring, maka saya minta untuk kunjungan ke rumah dan wajib melaporkan,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Suwata menambahkan, agar selalu mematuhi protokol kesehatan selama kegiatan berlangsung, baik di kantor maupun di sekolah. “Tenaga didik juga ikut serta untuk mengedukasi kepada masyarakat khususnya orang tua dan siswa terkait penerapan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, jaga jarak (Physical Distancing), serta hindari kerumunan,” pungkasnya. (Ren)

 1,937 total views,  5 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!