Kebun Refugia Belum Memiliki Perda, Evaluasi PAD Belum Jelas


ARYA-MEDIA, Magetan – Tempat wisata Kebun “Refugia” Plaosan yang berada di Jalan Raya Plaosan-Sarangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, direncanakan bakal menggelontorkan dana Rp 3,2 Milyaran pada tahun 2020.

Wahana agrowisata dibawah naungan Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHP-KP) Kabupaten Magetan, belum memiliki payung hukum terkait Peraturan daerah (Perda) tentang retribusi sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Magetan.

Karena belum memiliki Perda untuk menarik retribusi, Dinas TPHP-KP Kabupaten Magetan menganut Perda Nomor 9 Tahun 2018 Tentang Perubahan Kedua Atas Perda Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Retribusi Jasa Usaha.

Edy Suseno, Kepala Dinas Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHP-KP) Kabupaten Magetan.

“Karena Perda belum diterbitkan, maka kami menggunakan sistem barter dengan sayuran seharga Rp 10 ribu sebagai tiket masuk,” kata Edy Suseno, Kepala Dinas TPHP-KP Kabupaten Magetan.

Edy mengaku, sampai saat ini belum bisa menghitung nominal PAD dari agrowisata wisata Kebun Refugia, karena harus menghitung total penjualan hasil panen dari 12 hektar tanah Pemkab Magetan.

“Kalau PAD pasti ada. Tapi sejak diresmikan hingga sampai saat ini, kami belum bisa mengevaluasi hasil PAD dari Kebun Refdugia, karena hasil penjualannya jadi satu dengan lahan lainnya,” ujarnya.

Sebagai informasi, tempat wisata Kebun Refugia Kabupaten Magetan, resmi dibuka pada akhir Bulan Oktober tahun 2019 lalu. Kebun yang memiliki luas total lahan sekitar 8 hektar tersebut, mengunakan system barter dengan sayuran seharga Rp 10 ribu sebagai tiket masuk.

Pemkab Magetan, mengucurkan dana anggaran Rp 1 Miliar lebih sebagai awal pembangunan. Pada tahun 2020 saat ini, direncanakan bakal dikucuri dana kembali sebesar Rp 3,2 Miliar . (Ren/NYR)

 279 total views,  5 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *