google-site-verification: google13bd4c39d137e058.html

Kegigihan Seorang Loper Koran di Tengah Pandemi, Dengan Keterbatasan Fisiknya


ARYA MEDIA | MAGETAN – Meski dengan keadaan fisik yang kurang sempurna, seorang pria paruh baya tidak merasa patah semangat untuk selalu bekerja. Semua dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari demi keluarganya.

Namanya Zaenudin, warga Desa Purwosari RT.02/RW.03, Kecamatan/Kabupaten Magetan Jawa Timur. Dengan kondisi fisik kurang sempurna dan sepeda tuanya, ia menjual koran yang diambil dari toko di sekitaran Terminal Maospati Kabupaten Magetan.

Koran tersebut dijual keliling dari Maospati sampai ke Magetan, layaknya loper koran dengan kondisi normal. Apalagi dengan kondisi pandemi saat ini yang serba sulit dan penuh tantangan, namun Zaenudin masih terus berkeliling menjajakan korannya untuk mencari nafkah untuk keluarganya.

Baca Juga :  Pagelaran Wayang Dalam rangka BBGRM XVI dan Peringatan HKG PKK ke-47, Sedot Animo Warga Kecamatan Kartoharjo

“Hari ini saya membawa 7 koran, baru laku 4. Harganya dari toko 4 ribu, saya jual 6 ribu. Nanti setor ke toko, sisa untungnya saya bawa pulang”, kata Zaenudin, pada hari Selasa (03/02).

Terkadang dirinya harus memutar otak ketika penghasilan jualannya tidak cukup untuk dibawa pulang. Mengingat dirinya juga hidup berkeluarga, seorang istri dan kedua anaknya. Begitu juga dengan istrinya dirumah, juga berjualan kripik emping dibantu dengan mertuanya, sebagai tambahan penghasilan.

Baca Juga :  Operasi Bina Kusuma : Polres Blitar Razia Cafe Dan Karaoke

“Hasil dari jualan koran ini hanya cukup untuk makan, kalau tidak dapat uang ya terpaksa harus cari cara lain, supaya saya dan keluarga bisa makan,” ungkapnya kepada Arya Media (3/02).

Zaenudin menceritakan jika ia dan keluarganya selama ini baru menerima bantuan PKH (Program Keluarga Harapan). Di akhir pembicaraan, Zaenudin juga mengaku bahwa saat berjualan hanya berbekal air putih saja untuk mengganjal rasa laparnya.

Baca Juga :  Pesan Berantai "HOAX", Pidato Jokowi Terkait Pilkada DKI

“Tidak berani beli makan, takut uangnya tidak cukup, toh kadang korannya hanya laku beberapa saja”, pungkasnya. (Bgs/Redk)

 3,501 total views,  4 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!