Keharmonisan Antar OPD Magetan Tidak Sinergi Dan Kurang Kompak


ARYA-MEDIA, Magetan – Perberdayaan Pemerintah dalam penanggulangan di bidang sosial terkait Gelandangan dan Pengemis (Gepeng), Pekerja Sek Komersial (PKS), menuai kontra antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kedinasan Kabupaten Magetan. Hal ini terjadi pada Dinas Satuan Polisi Pamong Praja Dan Damkar (Satpol PP), Dinas Kesehatan (Dinkes), serta Dinas Sosial (Dinsos).

Menurut prosedur kinerja tiap OPD memang berbeda pada tiap-tiap Instansi, dan harus sesuai Protokoler dan Ketetapan (Protap) menurut Peraturan Bupati (Perbup) dan Peraturan Gubernur (Pergub) sesuai dengan UU yang berlaku di iap bidang kedinasan.

Berdasarkan hal tersebut, OPD yang menangani permasalahan dalam tugasnya tidak ada sinergi antar OPD. Hal itu terlihat dalam penanganan penertiban dan pembinaan 3 PSK yang terjaring oleh Satpol PP di wilayah Tulung Kec. Kawedanan Magetan (5/9). Yang secara prosedur harus bekerjasama dengan Dinsos dan Dinkes terkait, tapi kenyataannya tidak ada sinergi antara ketiga OPD tersebut.

Baca Juga :  Aksi Demo Warga Setren Mengamuk Di Lanud Iswahyudi, Tuntut Pembebasan

Dalam pemberitaan sebelumnya http://arya-media.com/sat-pol-pp-magetan-sidak-tempat-prostitusi-amankan-3-psk/ disitu mengatakan bahwa, Satpol PP telah menangkap 3 PSK yang kemudian dilimpahkan ke Dinsos untuk dilakukan pembinaan dan tes uji kesehatan (menurut keterangan Kasi Opsda Satpol PP Khamim Basyori) karena Kasat Pol PP waktu itu sedang Dinas Luar.

Dan menurut keterangan Plt Kasat Pol PP Kab. Magetan Chanif Triwahyudi mengatakan, Satpol PP hanya melaksanakan eksekusi PSK, selanjutnya kami serahkan ke Dinsos untuk mendapatkan pembinaan dan pihak Dinkes untuk melakukan tes kesehatan terkait PSK yang tertangkap. “Kami sudah melakukan sesuai prosedur, kemudian kami limpahkan ke Dinsos dan Dinkes untuk proses selanjutnya”, katanya (10/9).

Lanjutnya Chanif, menurut keterangan Plt Kadin Dinkes Furiana Kartini menjelaskan kepadanya bahwa, PSK yang tertangkap telah di indikasi terjangkit penyakit HIV, tapi sampel hasilnya belum keluar dan masih menunggu dari surabaya. Itu terlihat saat dilakukan penangkapan bahwa tubuh PSK dalam keadaan panas”, terangnya.

Baca Juga :  Pelepasan 176 PNS Purna Tugas Oleh Bupati Sidoarjo

Lain halnya dengan jawaban dari Plt Kepala Dinas Kesehatan Furiana Kartini yang menyatakan tidak ada laporan masuk terkait tertangkapnya 3 PSK oleh Satpol PP kemarin Tanggal 5/9. “Untuk hal itu pihak Dinkes tidak melakukan pemeriksaan atas ketiga PSK tersebut, saya sudah cek beberapa staff saya yang menangani bahwa tidak ada laporan tindakan cek up kesehatan terkait PSK”, tegas Furiana kepada Arya-Media (14/9).

“Biasanya kalau Satpol PP melakukan sidak tempat (esek-esek red) selalu koordinasi kesaya, tapi untuk yang kemarin Tanggal 5 September dari Satpol PP tidak ada koordinasi”, tambahnya.

Berbeda dengan jawaban Plt Dinsos Sucipto saat ditemui diruang kerjanya menuturkan bahwa ketiga PSK itu memang sudah di bawa kesini (Dinsos red). Kemudian dilepaskan kembali karena PSK tersebut sudah periksa di Puskesmas di wilayahnya menurut keterangan petugas dari Dinkes”, jelasnya.

Baca Juga :  Agar Lalu Lintas Lancar, Petugas Gabungan Lakukan “Ram Check” Kendaraan

Lanjutnya, disaat dilakukan penggrebekan atau penertipan yang menyangkut Dinas kami, pihaknya (Satpol PP red) tidak pernah koordinasi maupun komunikasi bahwa akan ada penertiban. Dengan hal itu bagi saya tidak masalah, mau dilibatkan atau tidak” celetuk Sucipto kepada Arya-Media.

“Pihak Dinsos selalu siap untuk menangani apapun terkait tupoksi kegiatan mana saja yang harus dikerjakan. “Kalau memang menjadi tugas dan tanggungjawab kami selalu siap membantu sesuai tupoksinya, walaupun saya sedang Dinas Luar itu tetep menjadi tanggung jawab saya”, tegas Sucipto.

Bagaimana nasib Magetan dapat maju dan berkembang….., kalau ketiga OPD yang tercantum diatas saja, diduga kurang sinergi dan tidak kompak dalam bekerjasama mengemban tugasnya. (ren/redk)

 788 total views,  3 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!