Kekeringan Dimusim Penghujan Melanda Petani Pilangkenceng Madiun


ARYA-MEDIA, Madiun – Musim penghujan bukan berarti banyak air yang madani buat petani. Terutama di daerah Pilangkenceng yang meliputi area pertanian dari desa Ngengor, Gandul, Luworo, Kedungbanteng, Krebet, Ngale, Pulerejo hingga Desa Muneng.

Kekeringan air membuat petani klimpungan dengan membeli air dari P2T maupun sumur sibel.

Ini disebabkan sarana dari pemerintah Saluran air di Desa Kenongorejo yang mengarah desa tersebut Jebol. Hingga saat ini dari pemerintah belum ada solusi untuk mengatasi kekeringan di musim penghujan.

Baca Juga :  Jadikan Sentra PKL, SatPol PP Magetan Layangkan Surat Kepada Bupati Agar Ditertibkan

Jebolnya D I Notopuro yang berada di Desa Kenongorejo di belakang Pondok Pesantren Al Basyariah. Berimbas pada ratusan petani untuk pengairan sawahnya.

“tiap hari kita membeli air mas, deket waduk tapi tidak bisa di manfaatkan, trus petani di tekan membeli air, apalagi banyak tikus, jangan jangan kita akan gagal panen”, Ujar salah satu ketua Hippa kepada Arya-Media.

Baca Juga :  Jembatan Puluhan Tahun Retak, Warga 2 Desa Kawatir Takut Ambruk

Dengan harapan agar pemerintah memperbaiki saluran yang jebol, karena saluran air dari waduk Notopuro menuju pertanian warga kec. Pilangkenceng.

” Sangat Ironis jika di musim penghujan akan tapi petani kekeringan air”, imbuh salah satu ketua Hippa. (pra)

 1,018 total views,  10 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!