Kepala Sekolah (PNS), Diduga Terlibat Politik Praktis


ARYA-MEDIA, Banyuwangi – Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Calon Anggota Legeslatif (Celeg) kurang lebih 3 bulan lagi akan digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal itu, propaganda politik terutama oleh Caleg sudah berjalan meningkatkan suhu politik di Negeri ini.

Ragam cara dilakukan ada yang anjang sana – anjang sini cari dukungan dari masyarakat, ada pula yang geroh koceh untuk pasang banner, bendera, stiker, kalender dan kaos. Bahkan ada yang pakai cara – cara lain demi mendapatkan simpati dan dukungan dari masyarakat.

Menjadi sedikit kurang enak didengar bila ada oknum Caleg yang menghalalkan segala cara dalam pengondisian dukungan. Seperti yang informasinya masuk ke media Arya-Media yang terjadi di Dusun Sukobumi Pagundangan Desa Karangharjo, Glenmore, Banyuwangi.

Baca Juga :  Bekas Rumah Makan "MULYA" Terbakar, Gegerkan Warga Jenggrik Ngawi

Rumor beredar pada Minggu 9/12/2018 malam Minggu di tempat itu, ada pertemuan di kediaman seorang Kepala Sekolah Dasar (SD) V Karangharjo, disebut oleh narasumber bernama Suyitno yang notabene besrstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Diceritakan oleh sumber info, bahwa sang Kepala Sekolah SDN V Karangharjo Suyitno sengaja undang warga sekitar untuk bertemu dengan Caleg DPRD dari salah satu Partai di Dapil 5 (lima) inisial ”SHL“. Lebih jauh lagi menurut nara sumber yang enggan disebut namanya itu, pada pertemuan tersebut juga diduga ada kegiatan bagi – bagi uang kepada warga yang hadir. Sayangnya besaran nominalnya tidak disebutkan.

Pantauan media bahwa ada aturan yang melarang Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Negeri Sipil (PNS) terlibat langsung dalam kegiatan politik praktis. Pertanyaannya kalau benar, kenapa oknum Kepala Sekolah Suyitno itu berani melakukan itu ya…???, padahal sudah ada aturan yang melarang PNS terlibat kegiatan politik praktis.

Baca Juga :  Pengecekan Inventarisasi Alsinta Kodim Magetan

Sementara Korwilker Pendidikan Glenmore yang akrab dengan sapaan Pak Sugeng dikonfirmasi memberikan keterangan, membantah kalau pertemuan dilakukan dikediaman oknum Kepala Sekolah.

“Ya om bila ketemuanya di rumah oknum Kepala Sekolah itu tidak benar om makasih”, jawabnya. Ketika ditanya andai benar apa yang dilakukan oleh onknun Kepala Sekolah, tindakan apa yang akan dilakukan selaku Korwilker Pendidikan Glenmore.

Ya minimal diingatkan dan ditegur om“, singkatnya Jumat (14/12) via WhatsApp-nya.

Baca Juga :  Karena Kurang Hati-Hati, 2 Remaja Bermotor Bertabrakan Di Jalan Raya Pangkur-Ngawi

Narasumber kepada awak media mengaku, peroleh informasi kejadian tersebut dari beberapa warga yang kebetulan hadir dalam pertemuan malam itu. Kepala Sekolah SDN V Karangharjo Suyitno dikonfirmasi Via WhatsAppnya ( 081315466xxx ) memberikan keterangan.

”Maaf pak saya tidak mengumpulkan apalagi mengarahkan warga tentang hal tersebut“, bantahnya dengan singkat via WhatsApp.

Di sisi lain Kepala Sekolah Suyitno menambahkan keteranganya yang sedikit kontradiktif dengan sebelumnya. Yang mengindikasikan Suyitno tahu betul adanya pertemuan tersebut.

”Maaf pertemuan itu pun tidak di rumah saya tapi di Musholah“, Dikejar pertanyaan siapa yang mengondisikan pertemuan di Mushllah, Kepala Sekolah Suyitno tidak berikan jawaban lebih lanjut. (rdy35)

 2,882 total views,  3 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!