UA-163642268-1

Kesepakatan MoU Pemenuhan Beras, Gubernur DKI Gandeng Pemkab Ngawi


ARYA-MEDIA | NGAWI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi Jawa Timur, kedatangan tamu agung seorang Gubernur dari Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, dengan didampingi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, untuk bekerja sama dalam swasembada pangan sebagai pemenuhan pasokan beras di Jakarta.

Bertempat di Balai Desa Geneng Kecamatan Geneng Ngawi, melalui Daya Tani Sembada dan Kelompok Tani Sido Kecamatan Geneng, dilakukan Penandatangan Kesepakatan Bersama antara Pemkab Ngawi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Minggu (25/4/2021).

“Hari ini kami menandatangani perjanjian kerja sama Resi Gudang (Warehouse Receipt System) antara Pemprov DKI Jakarta dengan Pemkab Ngawi yang diwakili Bupati Ngawi Ony Anwar dan disaksikan langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa,” kata Gubernur DKI Jakarta.

Baca Juga :  Rumah Terbakar Haguskan 4 Motor dan Isinya

Dijelaskan Anies, pada umumnya saat panen raya gabah kering dihargai sangat rendah. Namun dengan kerjasama sistem resi gudang, melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Food Station, akan membantu menjadi stand by buyer dengan harga yang baik. Sehingga para petani tidak perlu susah-susah mencari pembeli.

“Nantinya, petani tak perlu buru-buru menjual harga gabah mereka dengan harga rendah, melainkan dapat menyimpannya terlebih dahulu meningkatkan kualitas sehingga harganya juga akan stabil,” jelas Anies Baswedan, Minggu (25/4).

Selain itu, dengan menyimpannya di resi gudang petani, juga bisa memanfaatkan sebagai jaminan untuk mengambil pinjaman dari lembaga keuangan, untuk pembiayaan musim tanam berikutnya. Gubernur DKI Jakarta menyebut, dengan sistem resi gudang kita bisa menyimpan rata- rata 600 ton, target tahun 2021 sebanyak 1.000 ton.

Baca Juga :  Ribuan Personil TNI-Polri Dikerahkan Bantu Korban Banjir di Jakarta

“Atas nama warga Jakarta, kami sampaikan terima kasih dan apresiasi atas kerjasama yang baik ini. Tujuan dari kerjasama ini adalah untuk pemenuhan kebutuhan pangan di Jakarta. Selain itu, petani juga memiliki sistem kerja yang memungkinkan dalam meningkatkan kesejahteraannya. Sehingga para petani dapat menikmati nilai tambah dari kegiatan produksi beras,” ungkap Anies, (25/4).

Hasil informasi yang dihimpun, Jakarta memiliki ketergantungan yang amat tinggi kepada produk pertanian dari luar Jakarta. Maka dari itu, melalui kerjasama antar daerah ini merupakan bagian dari amanat konstitusi untuk menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Baca Juga :  Ekonomi Kerakyatan Meningkat, Pemkab Magetan Raih BUMD Award 2019

“Kami tidak ingin hanya menerima berasnya saja, tetapi tak memikirkan kesejahteraan petaninya. Karena Jakarta sebagai kota penyumbang perekonomian terbesar memberikan manfaat bagi daerah lain khususnya peningkatan kesejahteraan petani,” tandasnya.

Diketahui bahwa, Penandatangan MoU (Memorandum Of Understunding) antar pemerintah tersebut, ditutup dengan pemberangkatan 8 truck pengangkut beras seberat 100 ton, mulai dari Ngawi menuju Jakarta. (Redk)

 897 total views,  4 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!