UA-163642268-1

Ketua LMDH Kepel Diduga Lakukan Penambangan Batu Ilegal Di Hutan Suwaru


ARYA-MEDIA, Nganjuk – Beredar kabar, telah terjadi penambangan batu secara ilegal, di hutan RPH wilayah Suwaru yang masuk Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kab. Nganjuk.

Dugaan penambangan liar tersebut, dilakukan oleh ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kepel, dengan mengambil batu tanpa ijin dari pihak perhutani setempat. Karena kawasan hutan dilindungi oleh UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan atau UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan (P3H).

Baca Juga :  Nasib Mbah Marinten Perempuan Tua Renta Belum Berakhir

“Mereka mengambil batu di wilayah RPH hutan Suwaru, dan itu kerap dilakukan oleh ketua LMDH sejak musim kemarau maupun musim penghujan”, kata tokoh masyarakat (Tomas) setempat.

Hasil penelusuran wartawan Arya-Media melakukan penyelidikan Selasa (5/2/2019) ternyata benar adanya, bahwa ditemukan kendaraan dam truck di tengah hutan Suwaru lengkap dengan sopir serta beberapa kuli angkutnya.

Juprianto, Asper Berbek RPH Suwaru.

Ketika ditanyai salah satu kuli batu tersebut mengatakan, bahwa mereka telah disuruh TJ (55 tahun), warga Desa Kepel, Kec. Ngetos, Nganjuk, yang menjabat sebagai ketua LMDH setempat.

Baca Juga :  Antisipasi Banjir Desa Gulun Rehabilitasi Drainase Dari DD

“Nek kulo boten wantun, nek boten dikengken Pak TJ”, tutur salah satu kuli batu dengan logat bahasa jawanya yang artinya, (Saya tidak berani, kalau tidak disuruh Pak TJ).

Diketahui, sopir yang mengemudikan dum truck tersebut berinisial ‘JM’ warga Desa Maguan, Kecamatan Berbek, Kab. Nganjuk, sedang tertidur nyenyak beralaskan dedaunan sambil menunggu muatan batu yang diperintahkan terpenuhi.

Baca Juga :  SMPN 2 Karangrejo Peringati HUT ke-41 Dengan Kesederhanaan Ciptakan Rasa Nasionalis

Saat awak media mengambil gambar, terlihat raut muka ketakutan dari para kuli dengan menyembunyikan wajahnya. Disini terlihat bahwa apa yang dilakukannya adalah tindakan melanggar hukum, khususnya wilayah perhutani RPH Suwaru.

Sementara, saat dkonfirmasi kepada Juprianto Asper Berbek RPH Suwaru, Rabu (13/2), ia mengaku sudah sering kali memperingatkan kepada mereka tapi masih tetap mencuri batu di hutan. “Yang jelas, saya tidak pernah menyuruh mereka semua”, pungkasnya. (mur)

 1,546 total views,  4 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!