UA-163642268-1

Ketua Umum SMSI : Jangan Biarkan Tindakan Barbar Militer Israel


ARYA-MEDIA | JAKARTA — Aksi pengeboman yang dilakukan Angkatan Bersenjata Israel dalam serangan hari Sabtu dan Minggu dinihari (16/5/2021), terhadap bangunan kantor Al Jazeera dan Associated Press (AP) di Gaza, Palestina mendapat kecaman dari berbagai pihak.

Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), organisasi perusahaan media Siber yang beranggotakan 1.225 media, menilai tindakan militer Israel tersebut sebagai perbuatan barbar, seperti ketika manusia belum mengenal hukum dan aturan.

“Tidak pantas tentara Israel melakukan perbuatan barbar di zaman yang sudah modern ini. Jangan biarkan tindakan barbar tentara Israel itu,” kata Ketua Umum SMSI Firdaus, didampingi M. Nasir Sekjen SMSI dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu, (16/5/2021).

Sebagai pimpinan organisasi media online terbesar di Indonesia, selanjutnya turut mengecam tindakan militer Israel yang menghancurkan bangunan, termasuk kantor media Al Jazeera dan Associated Press KAP).

Baca Juga :  Kelalaian PT. Sumekar Line Dalam Melayani Transportasi Laut

Firdaus sangat menyayangkan aksi brutal angkatan bersenjata Israel tersebut. Apalagi bangunan tersebut tidak hanya disewa oleh Al Jazeera dan AP, melainkan bangunan tersebut menampung berbagai kantor berita di dalamnya.

Melihat konflik yang seolah tidak berujung ini, Firdaus yang juga owner Majalah Teras dan Group ini juga cemas akan terus bertambahnya korban jiwa akibat pertempuran antara Palestina dan Israel.

Sementara itu, dari data terakhir yang dapat kantor berita Reuters, total ada 149 korban jiwa manusia di Palestina. 41 diantaranya adalah anak-anak yang mayoritas berada di wilayah Gaza.

Baca Juga :  Ambyar….. Bantuan JPS di Magetan Abaikan Prokes Covid-19

Sedangkan Israel sendiri baru melaporkan ada 10 warga mereka yang meninggal termasuk dua anak-anak.

Selain itu, hari ini, Dewan Keamanan PBB (DK PBB) diagendakan akan menggelar pertemuan yang membahas situasi Israel dan Palestina. Pertemuan itu akan menjadi pertemuan ketiga DK PBB soal isu kedua negara tersebut.

Sebelumnya, DK PBB sempat mencoba mengeluarkan resolusi atau pernyataan bersama terkait pertempuran Israel – Palestina pada Kamis (13/5) lalu. Namun, upaya itu mendapat pertentangan dari Amerika yang menganggap rancangan DK PBB “kontra-produktif”.

Selain itu, Amerika juga ingin mengupayakan langkah diplomasi langsung ke Palestina dan Israel terlebih dahulu. Hingga akhirnya disepakati rapat yang digelar hari Minggu ini.

Baca Juga :  Anggota Satgas TMMD Ke-104 Magetan Sertu M Tasir, Pimpin Khatib Shalat Jum'at

Sejauh ini, langkah diplomasi yang dilakukan Amerika sejak hari Jumat belum membuahkan hasil. Ketegangan antara Palestina dan Israel, yang terburuk sejak tahun 2014, tetap saja meningkat dengan indikasi gencatan senjata belum tampak. Hal inilah yang nantinya akan dibahas di DK PBB.

Tantangannya ke depan dari apapun hasil rapat DK PBB soal de-eskalasi adalah milisi Palestina, Hamas. Mereka berperan besar dalam pertempuran dengan Israel.

Kebanyakan negara, terutama negara Barat, tidak memiliki kontak dengan organisasi tersebut, yang mereka cap sebagai kelompok teroris. Di sisi lain, Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, tidak punya pengaruh besar ke Hamas. (Redk)

 233 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!