Kirab Pusaka Desa Ringinagung Hiasi Grebeg Pring Urip 2018


ARYA-MEDIA, Magetan – Pesona “Grebeg Pring Urip” di Desa Ringinagung, Kec/Kab Magetan menginjak hari ke-4, sajikan beberapa pertunjukan mulai dari Bantengan Handoko wulung dari Desa Banyudono Ngariboyo, Mocopat Magetan dengan tirakatan, Kirab pusaka song-song agung dan mlaku bareng bersama 103 calon PSHT tingkat II, Ruwat Nagari serta do’a bersama dalam rangka menyambut tahun baru hijriah 1.440 Masehi atau dikenal dengan “Malam Satu Suro”, Senin (10/9/2018).

Hadir dalam Undangan, Insanudin Kementrian Agama (Kemenag) Kab. Magetan, Sartono DPR RI komisi VI fraksi Demokrat dapil VII, sesepuh dari perguruan PSHT beserta 104 pendekar, Kepala Desa bersama seluruh perangkatnya, serta undangan lainnya.

Baca Juga :  Purna Tugas Bupati, Pemkab Madiun Lakukan "Kirab Boyongan" Sebagai Penghormatan

Acara tersebut dalam rangka menyambut malam satu suro, dengan dilakukan berjalan kaki dari lapangan menuju makam Eyang Bandini. Sebelumnya juga dilakukan kirab pusaka Desa Ringinagung berupa dua payung dan pusaka yang diarak dari kantor Desa, dilajutkan dengan do’a bersama dengan warga dipimpin oleh Insanudin (Kemenag).

Prosesi Kirab Pusaka Yang Diarak Keliling Desa.

Ritual malam satu suro yang teragenda dalam Grebeg Pring Urip 2018 berjalan dengan khusuk dan lancar. “Acara malam suroan menjadi tradisi yang dilakukan bertahun-tahun, dan tradisi nyekar makam juga dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur, khususnya warga PSHT yang berada di Kab. Magetan”, kata Harjuno Pekatik.

Baca Juga :  Warga Wedusan Nonton Bareng Piala Dunia Bersama Satgas TMDD

“Malam hari setelah do’a bersama, diakhiri dengan ziarah ke makam Eyang Badini”, imbuhnya.

Menurut keterangan Kades Ringinagung Yulli Bagus Trisnawan mengatakan, memang betul bahwa pusaka yang dimiliki Desa Ringinagung, semalam juga diarak keliling kampung sejak dulu. Sebenarnya dilakukan tiap tahunnya, berhubung Desa ada kegiatan Grebeg Pring Urip sekalian turut meramaikan. Maka dari itu, pusaka tersebut selalu dirawat dan dijaga demi melestarikan budaya adat Desa Ringinagung khususnya.

Baca Juga :  Berstatus Tanah GG : Bangli Di Bantaran Sungai Kalisat Maospati, Pemkab Akan Mengamankan Aset

“Iya mas betul, gawe pusoko ben iso ngayemne masyarakat ben iso nolak bala (pakek pusaka biar dapat menentramkan masyarakat khususnya warga Ringinagung untuk menolak bahaya)”, pungkasnya. (ren/redk)

 1,300 total views,  7 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!