Komisi III DPRD Kabupaten Ngawi Geram, Melihat Proyek Drainase Terkesan “Proyek Bodong”


ARYA-MEDIA, Ngawi – Proyek pembangunan drainase yang berada di Jalan Perkutut Desa Beran, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, meninggalkan banyak tanda tanya. Bagaimana tidak, proyek yang bersumber dari anggaran pemerintah tahun 2018 tersebut tidak dilengkapi dengan papan pemberitahuan atau biasa disebut papan proyek. Bahkan para pekerja yang berada di lapangan pun bingung ketika ditanya soal siapa rekanan dari pelaksana pekerjaan proyek tersebut.

Diketahui bersama bahwa pelaksanaan pekerjaan proyek fisik tanpa papan nama biasa disebut bisa dibilang “Proyek Bodong“ di kalangan media maupun Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ). Hal itu tidak lepas dari banyaknya pekerjaan milik pemerintah yang berhubungan dengan fisik bangunan tanpa ada keterangan ataupun informasi yang jelas.

Baca Juga :  Tampak Indah : Antusias Warga Dalam Memepringati HUT RI Ke-73

Dari pemantauan Arya-Media.com di lapangan terlihat bahwa pekerjaan sudah berjalan sekitar 50 % . Itu dapat dilihat dari gambar yang di tunjukkan oleh salah satu pekerja dengan panjang total drainase 105,8 M dan sudah terlaksana setengahnya. Dari gambar itu juga tertulis Dinas Perumahan dan Pemukiman sebagai pemilik pekerjaan dan Cv. Cakra Kembang sebagai Konsultan Perencana.

Kondisi Proyek Tanpa Papan Nama

Pada saat yang sama, Yuwono Kartiko dari Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Ngawi melakukan pengecekan. “Kebetulan kegiatan pembangunan drainase ini atas aspirasi masyarakat yang kemudian saya tindak lanjuti. Tapi kalo pelaksanaanya seperti ini kan jadi aneh. Yang bertanggung jawab di lapangan nggak jelas, masak ditanya Surat Perintah Kerja nggak tahu, padahal ini proyek pemerintah”, Kata pria yang biasa disapa Mas King dengan ekspresi bingung.

Baca Juga :  Anjangsana Polres Ngawi Menyambut Hari Bhayangkara ke-74

Selain ketidak jelasan soal status, pembangunan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2018 tersebut juga terlihat asal-asalan dalam perencanaannya, “Kalo pengerjaanya seperti ini jelas tidak pas. Kalaupun sudah jadi, dipandang juga nggak indah, masak proyek nggarapnya diclong-clong (tidak berurutan). Berhubung proyek ini milik Dinas Perumahan Dan Pemukiman (Perkim) maka biar Komisi IV saja yang menindak lanjuti”, ungkap Yuwono dengan geram.

Baca Juga :  Stadion Magetan Menjadi Kotor Akibat Sampah

Dari temuan di lapangan, Arya-Media mencoba menghubungi Konsultan Perencana yang beralamat di Dusun Kaliwowo, Desa Kedunggalar, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi untuk mengetahui informasi terkait perencanaan. Namun gagal beberapa kali di coba tidak dapat terhubung. (RYS/ops/redk)

 836 total views,  17 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!