Komisi IV DPRD Ngawi Lakukan Sidak Terkait Mega Proyek Milyaran Rupiah


Ngawi, Arya Media – Sudah kedua kalinya Komisi IV DPRD Ngawi, lakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Mega Proyek infrastruktur yang di danai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) TA 2015 – 2016 dan Dana Alokasi Khusus (DAK) TA 2017 di kecamatan Ngawi , Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Senin (22/1/2018).

Dalam inspeksi mendadak, tahap pertama pasca longsornya plengsengan tanggul dan gesernya pondasi pembatas jalan, Komisi IV DPRD Ngawi tidak menemukan permasalahan pembangunan infrastruktur Mega Proyek Milyaran rupiah yang dikerjakan PT. Satwiga Mustika Naga itu.

“Tidak ada permasalahan yang berarti , longsornya plesengan di akibatkan banjir dan Kontraktor siap membenahi di karenakan masih dalam masa perawatan “ Ujar Slamet Riyanto, Ketua Komisi IV, Sabtu (16/12/2017).

Untuk inspeksi mendadak tahap ke dua , 4 hari pasca longsornya dasar dan bahu jalan yang mengakibatkan penurunan rejit beton jalan, serta robohnya tiang lampu jembatan dan retaknya tanggul jalan, menjadi dampak bergesernya badan jalan kurang lebih 3 meter. Rombongan Komisi IV yang langsung di pimpin Slamet Riyanto Ketua Komisi IV mengatakan,

Baca Juga :  Dua Rumah Di Desa Opo Opo Hangus Dilalap Api

“Kedatangan kami menindak lanjuti dari informasi warga dan rekan-rekan pada hari jumat kemarin, maaf baru bisa turun ke lapangan karena banyaknya pekerjaan yang mesti di selesaikan, saya kesini dengan semua rekan-rekan komisi IV di dampingi mas Dwi dari DPUPR dan mas Marsono, dari konsultan pengawas sudah langsung melihat dilapangan dan dari PT. Satwiga Mustika Naga sudah berexsen mulai hari jumat, supaya jembatan tetap aman tidak tambah parah, tadi dari kontraktor sudah berinisiatif akan membeli lahan di kiri dan kanan jembatan untuk pekerjaan pengaman, supaya jembatan tidak roboh. Dan secara teknis biar nanti di jelaskan oleh mas Dwi dari DPUPR atau mas Marsono dari Konsultan pengawas. Kami ( Komisi IV.Red ) memohon supaya pekerjaan pemeliharaan jalan jembatan ini bisa terus di dirampungkan tanpa permasalahan”, ungkap Slamet Riyanto.

Slamet Riyanto menambahkan, sejak awal Jembatan watualang – Pitu, pembebasannya tanahnya memang sulit, maka kita hanya mendapat tanah yang pas-pasan, dan sangat minim sehingga di sisi perencanaan tidak bisa maksimal / trapisium maka dari kontraktor sudah mengambil sikap untuk membeli lahan untuk di bebaskan sebagai pertimbangan di luar jembatan”, tuturnya.

Baca Juga :  Belum Ditetapkan Status 'New Normal', Perbatasan Cemoro Sewu Dipadati Ribuan Pengunjung

Ditempat yang sama, Konsultan Pengawas Jalan Jembatan, Marsono mengatakan, “Pertama kita mengamankan badan jembatan sehingga bisa fokuskan stabilitas tahanan tanah, untuk itu akan bebaskan sebelah kanan dan kiri badan jalan. Untuk sebelah barat 15 meter , timur 12 meter akan di capai stabilitas tanah yang mantap. Kalau sudah tahap pertama di lakukan perbaikan badan jembatan, ada beberapa alternative di potong persekmen kemudian di padatkan atau mungkin di hancurkan rijitnya dan dikerjakan ulang. Namun akan kita kaji dulu, kembali kepermasalahan awal stabilitas tanah pengurukan dari sisi kanan dan kiri akan membentuk trapisium, dan untuk pengerjakannya butuh waktu kurang lebih 1 bulan, sisi barat dua minggu, sisi timur dua minggu, sambil menunggu proses pembebasan“, ungkap Marsono.

Jalan yang direncanakan sepanjang kurang lebih 2,6 km dengan lebar 6 meter dan ketinggian rata-rata 12 meter menghubungkan desa Watualang-Pitu, di kerjakan PT. Satwiga Mustika Naga, telah menelan anggaran Rp 14.480.000.000,00 DAK Ngawi TA 2017. Di tengah kegiatan sidak Komisi IV DPRD Ngawi , Hj. Djuwariah yang akrap di sapa Bu Muslim (Direksi PT. Satwiga Mustika Naga) menuturkan.

Baca Juga :  Ribuan Karyawan PT BIK Ngantri Ambil Tunggakan Gaji

“Sebenarnya sejak awal dari PT. Satwiga Mustika Naga sudah memberi masukan pada konsultan perencana terkait gambar / RAB untuk di rubah namun tidak diindahkan, terlebih menjengkelkan, tiap akan di ajak kordinasi konsultan tidak pernah hadir, paling yang di tugaskan cuma perwakilan, katanya beliaunya di jogja”, tutur Bu Muslim.

Ia juga menambahkan, Untuk langkah mengamankan jalan dari pergeseran tanah dengan membeli tanah samping kanan dan kiri badan jalan untuk segera dibebaskan dan sudah saya DP, yang menjadi permasalah bukan masalah dana tapi mengembalikan imet negative dari kejadian ini yang susah, pungkasnya. (BB/redk)

 1,074 total views,  6 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!