Kurangi Resiko Bencana Banjir, Desa Kendung Bentuk Destana “Teken Jati”


ARYA-MEDIA, Ngawi – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) di sejumlah wilayah rawan bencana. Pembentukan Destana merupakan strategi dalam upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di wilayah Kabupaten Ngawi. Hari Selasa (10/03/2020).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ngawi Prila Yuda Putra mengatakan, dalam rangka membentuk persiapan diri desa tangguh bencana di Desa Kendung yang menjadi langganan banjir setiap tahun,karena destana ini terbagi Pokja, bagian Evakuasi,Dapur umum,Kesehatan Keamanan dan Masyarakat lebih Mandiri dalam menghadapi bencana dan setiap tahun membentuk destana di Kabupaten Ngawi.

“Pada 2020 terdapat 4 desa pembentukan yaitu pertama di Desa Kendung Kecamatan Kwadungan dan 3 desa lainnya yang rawan Bencana di Wilayah Kabupaten Ngawi,” katanya.

Sementara, Kepala Desa Kendung, Kecamatan Kwadungan Kabupaten Ngawi mengatakan, Destana ini memang program misi-misi Kepala Desa baru Desa kendung, karena setiap tahun terdampak banjir. Tahun ini memang bekerjasama dengan BPBD Kabupaten Ngawi untuk membentuk Team Relawan Destana yang dinamai Teken jati (Tekate Wong Kendung Raharja Tinata).

“Untuk Kedepannya, apabila terjadi bencana banjir sewaktu-waktu, kami sudah siap untuk mengevakuasi korban-korban dari masyarakat Desa Kendung,” ungkap Sumadi, Kepala Desa Kendung, Selasa (10/11).

Menurut dia, masyarakat yang berada di wilayah risiko bencana merupakan penerima dampak yang juga bisa merespon langsung bencana itu sendiri. Pembentukan Destana akan membangun  masyarakat yang sadar bencana, memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi potensi ancaman bencana.

“Selain itu, yang penting juga adalah mereka akan mampu memulihkan diri dengan segera dari segala  dampak bencana. Siap untuk selamat, tangguh, tanggap dan mandiri,” jelas Sumadi

Lebih jelas dia menuturkan, untuk banjir diwilayah Desa Kendung, memang sudah langganan tiap tahunnya. Pertemuan tiga(3) sungai yang mengkibatkan surutnya lama (Bengawan Madiun, Sungai Ganggang,Sungai Kukur). Untuk volume banjir tidak sama tiap tahunnya, kadang sampai jalan, kadang sampai rumah, tergantung curah hujan yang terjadi dan kiriman dari hulu. Dan total yang terdampak kalau banjir besar semua desa Kendung terendam.

“Kalau banjir merendam jalan, hanya beberapa dusun saja yang terendam, yakni sekitar 100 KK. Untuk tahun lalu hampir semua wilayah desa terendam selama tiga(3) hari. Sedangkan total jumlah penduduk 1.500 kalau KK sekitar 650. Maka dari itu, Destana merupakan salah satu perwujudan dari tanggung jawab Pemerintah Desa untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana,” pungkasnya. (Endik/ADV)

 1,193 total views,  4 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!