UA-163642268-1

Lahan Tak Bertuan Wilayah Gresik, Menjadi Tempat Penimbunan Limbah B3


ARYA-MEDIA, Gresik – Keberadaan ruang yang terbatas dan perkembangan masyarakat yang berkembang dengan pesat, dan pentingnya penataan ruang, sehingga diperlukan penyelenggaraan penataan ruang yang transparan, efektif, dan partisipatif, agar terwujud ruang yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan.

Penelusuran wartawan LPK Nusantara Merdeka dan Arya Media di wilayah Kabupaten Gresik sisi utara, terdapat lahan yang dijadikan tempat penimbunan Limbah B3. Lahan kosong tersebut dibuangi limbah B3 “FABA”.

Menurut keterangan kepala Desa Kisik, kecamatan Bungah, Gresik, “lahan yang dibuangi limbah tersebut memang ikut wilaya Desa Kisik, tapi pengawasan kami tidak sampai kesana. Itu dulu pernah diprotes warga karena galian C nya terlalu dalam, Kami tidak tau jika lahan tersebut sekarang dibuangi limbah B3”, ungkap ‘S’ Pj kepala Desa Kisik.

Baca Juga :  Bahasa Ibu, 'Jangan Tanggalkan Ayo Hidupkan'

Disisi lain, salah satu Perangkat Desa mengatakan “Tahun 2018 sewaktu kepala Desa mantan naik haji, memang ada orang yang datang ke Desa Kisik untuk ijin membuang limbah B3 di lokasi tersebut, tapi dengan menjanjikan akan memberi atensi retribusi ke Desa. Waktu itu mantan pak kepala Desa disana (Mekah red), saat saya hubungi beliau menolak tidak boleh ada pambuangan limbah B3 diwilayah Desa Kisik” ungkapnya.

Dengan adanya temuan limbah B3 yang diduga baru dibuang dilahan tersebut, pihak redaksi tabloid Lpk Nusantara Merdeka dan Arya Media, serta bagian hukum yang tergabung di kantor YALPK, mencoba menghubungi Polres gresik, dan akhirnya dengan cepat pihak Tipiter Polres Gresik turun ke lokasi yang dipimpin langsung oleh Kanit Igo fasar A dengan tiga anggotanya, yaitu melihat secara langsung adanya limbah B3 jenis Flay Ash Bootom Ash (FABA) yang dibuang secara liar dilahan yang terbuka.

Baca Juga :  Kasus Tertangkapnya Dept Collector Sudah Dilimpahkan Ke Kejaksaan

“Terkait permasalahan limbah ini, Saya akan cari tau dulu siapa pemilik lahan, dan dari mana asal limbah ini. Kita fokus limbah yang baru ini saja,” ungkap Igo fasar A.

Igo fasar A menambahkan. “Yang bersangkutan K/B sudah kami pangil, dia mengatakan lahan itu bukan miliknya. Kami akan cari tau dulu siapa pemilik lahan tersebut. Saya akan datangi RT/RW setempat, jika perlu sampai ke Desa wilayah tempat limbah ini dibuang” jelas Kanit Tipiter Polres Gresik.

Baca Juga :  Launching Bulan Depan, PSDKU UNESA Segera Hadir di Magetan

Sementara, hasil dari pantauan awak media di lokasi, terdapat bermacam-macam jenis limbah B3 yang dibuang di lokasi tersebut. Dari jarak sekitar 50 meter saja, sudah tercium bau yang sangat menyengat dan tidak sedap. Sedangkan pagar pembatas tembok belakang milik K/B terbuka, diduga keluar masuknya truk pengangkut limbah B3 atau alat berat untuk mendorong masuk limbah kedalam jurang.

Dengan adanya oknum trasfortir yang melegalkan segala cara dan lemahnya pengawasan serta penidakan dari pihak yang berwenang di wilayah Gresik, sehingga tidak memikirkan dampak lingkungan. Seperti contoh ruang lahan kosong yang dibuangi limbah B3 Flay Ash Bootom Ash (FABA) Bahan Berbahaya dan Beracun. Bersambung… (bjs/redk)

 1,470 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!