Lembar Data C1, Diburu Banyak Caleg Seperti Barang Antik


ARYA-MEDIA, Banyuwangi – Pilpres dan Pileg pada Pemilu 2019 beberapa hari lalu, mestinya suhu politik sudah menurun. Sudah seharusnya menunggu hasil Pemilu dar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat siapa yang bakal jadi Capres Cawapres Indonesia yang akan diterima oleh seluruh rakyat Indonesia.

Dari pantauan media, tensi politik yang masih tinggi, bahkan semakin memanas adalah berasal dari kontestan Pemilu Calon Legeslatif (Caleg), baik tingkat DPRD Kab./Kota, DPRD Provinsi, dan Caleg DPR RI. Mereka memburu data yang namanya Sertifikat Hasil Penghitungan Suara Model C1 layaknya barang antik. Yang lembarannya terdiri dari C1-KK-01, C1-KK-02, C1-KK-03, C1-KK-04, C1-KK-05, C1-KK-06.

Hal itu terjadi, lantaran adanya klaim oknum Caleg tertentu yang menghembuskan kata – kata sudah raih suara 9000, 10.000 ke publik, padahal penghitungan atau rekapitulasi belum final. Akibatnya mengundang rasa penasaran kontestan lain untuk mencari tahu kebenarannya.

Diketahui, banyak para Caleg dari masing-masing Partai melalui timnya berusaha mendapatkan Sertifikat Hasil Penghitungan Suara ( C1 ), yang isinya adalah pindahan angka rekapitulasi dari C1 Plano (Papan Penghitungan) di TPS, sebagai informasi penentu nasib jadi dan tidaknya calon tersebut duduk di kursi dewan dan kemenangan Partai.

Sebagaimana dituturkan oleh SDH Muncar timses juga saksi salah satu Caleg Partai mengatakan, sesuai mandat dari Ketua Partai, dari awal sudah menyiapkan saksi – saksi dan mewajibkan para saksi untuk mendapatkan C1. Kalau tidak bisa, dengan mengawal dan mengamankan perolehan suara saat rekapitulasi di PPK.

“Seperti ini tadi, ada sedikit keributan karena ada saksi protes, kalau gak ada bukti C1 dan solusinya, bisa jadi gontokan mas, “ tutur SDH di sela kesibukannya melototi rekapitulasi di PPK Muncar Banyuwangi, Rabu (24/4/2019).

Disisi lain, bagi Partai atau Caleg yang tidak pasang saksi di TPS dan di PPK, akan sulit mendapatkan informasi bila tanpa surat mandat dari Partainya. Bagi Caleg Partai yang punya lembar kertas yang sebutan lainnya C1 itu, meski belum tentu jadi, namun sedikit nyaman karena punya data sakti. Setidaknya dengan memiliki data C1 bisa mengetahui kalau ada oknum yang berniat otak-atik angka perolehan suara pada rekapitulasi di PPK.

”Ternyata susah kalau gak pegang data C1, rawan juga tanpa tahu C1. Soal jadi dan tidaknya belakangan, tapi minimal saya tahu perolehan suara saya kan bisa ngunci suara saya. Apabila pada saat rekapitulasi terjadi perubahan saya kan bisa protes minta C1 Plano dibuka,“ tutur Caleg dari salah satu Partai yang enggan menyebutkan namanya, (24/04).

Sebagai infomasi, meski belum tentu kebenarannya, ada rumor berkembang bahwa sangking saktinya lembar data C1, bisa dinominalkan oleh oknum dengan menjual kepada Caleg Partai yang butuh informasi perolehan suara.

Terbukti sebelumnya, awak media pernah pergoki oknum yang sengaja datangi Posko Partai tertentu, dengan mencari-cari data C1 untuk difoto Copy. Ada yang hanya didokumentasi pakai Camera Hp, yang penting bisa mendapatkan data. (rdy35/ops)

 422 total views,  1 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!