UA-163642268-1

”Limbah Menumpuk”, Diduga Limbah Pabrik Asbes Berceceran Di Lahan Warga


ARYA-MEDIA, Probolinggo – Perusahaan PT.AFU (Amak Firdaus Utomo) Probolinggo adalah perusahan besar dan satu-satunya yang memproduksi asbes gelombang untuk bahan bangunan di Kota Probolinggo Jawa Timur.

Beberapa Tim investigasi LSM Lira Kota Probolinggo mendapatkan temuan yang diduga limbah dari perusahan PT. AFU Probolinggo berada dibeberapa lahan kosong milik warga kota dan kab. Probolinggo.

Tumpukan tersebut diduga limbah pabrik asbes PT. AFU Probolinggo, karena terdapat potongan asbes dan lumpur berwarna putih kecoklatan. Walikota Lira Eko Menerangkan, “perusahaan asbes berbahan campuran asbestos dikota Probolinggo diduga PT. AFU, sisa bahan yang mengandung asbestos tidak boleh dibuang sembarang tempat apalagi dekat pemukiman rumah warga, karena sudah jelas mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Menurut peraturan pemerintah No.74 Tahun 2001, Asbes dikategorikan sebagai Bahan Berbahaya Beracun(B3), bahkan dalam peraturan pemerintah No.101 Tahun 2014, Asbes masuk kategori pertama (A1) sebagai Bahan Berbahaya dan Beracun,” terangnya.

Baca Juga :  Pengembalian Uang Pembatalan Tiket Kereta Api Dipermudah

Direktur PT. Amak Firdaus Utomo (AFU) AAA Rudiayanto menepis tudingan LSM LIRA terkait pembuangan limbah sembarangan. Pasalnya, selama ini perusahaan pembuatan asbes dan bata ringan itu telah memiliki kontrak kerja sama dengan salah satu perusahaan pengelola limbah.

“Afu mempunyai kontrak kerjasama dengan PT. Jatsindo sebagai perusahaan yang bergerak dibidang jasa transportasi limbah,” ujar Rudi.

Bahkan, pria yang juga pernah menjadi anggota DPRD Kota Probolinggo ini mengatakan, perusahaan tersebut sudah mengantongi izin dari kementrian Lingkungan Hidup terkait penanganan limbah. Namun, Rudi tak menjelaskan apakah limbah yang berada dibeberapa lokasi di Kota Probolinggo itu berasal dari perusahaannya. “Untuk jelasnya silahkan konfirmasi ke Ryadlus Sholikin Firdaus selaku Brand Manager Jatsindo,” katanya.

Baca Juga :  Satgas TMMD-102 Sosialisasikan Pendaftaran TNI

Ryadlus Sholikin Firdaus, Brand Manager PT. Jatsindo saat dikonfirmasi waratawan terkait permasalahan ini terkesan enggan memberikan jawaban. “Mohon maaf sebelumnya, apa tidak sebaiknya ketemu saja. Membahas hal ini lewat telpon/WA kok kayaknya kurang pas,” jawabnya.

Sementara itu, Prasetyo Eko, Walikota LSM LIRA Kota Probolinggo mengaku geram dengan tindakan PT. Afu. Dia menilai perusahaan itu berusaha menutupi kesalahannya dengan mengkambing hitamkan rekanannya.

Baca Juga :  Dua Perda Non APBD Ditetapkan DPRD Bersama Pemkab Madiun

“Kalau memang itu limbah dari pabriknya, akui saja. Jangan mengkambing hitamkan rekanannya,” ujar Eko.

” kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo atas temuan yang diduga limbah bertumpukan di salah satu tempat tanah kosong, dirinya pun mengambil sample dan foto sebagai barang bukti dalam melakukan langkah-langkah selanjutnya,” tegas yang akrab disapa cak Eko.

Pihak pemerintah diharapkan tegas dalam merespon serta memberikan sanksi, kejadian ini biar tidak terulang kembali sehingga menjadi peringatan bagi perusahaan yang ada diKota Probolinggo. (tim/ops)

 3,037 total views,  6 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!