Literasi Bedah Buku “DALANE URIPKU” Karya Suprawoto Di Mojosemi Magetan


ARYA-MEDIA, Magetan – Dr. Drs. H. Suprawoto, SH. MSi atau dikenal sebagai Kang Woto mantan Sekertaris Jendral Kominfo di Kementrian RI, menggelar Literasi bedah buku dan Lounching E-Book versi digital yang dibuatnya dengan judul “DALANE URIPKU” dengan versi bahasa jawa, Senin (11/6/2018).

Acara tersebut diselenggarakan di Mojosemi Forest Park sebagai wahana wisata yang sedang melejit di Magetan baru-baru ini. Bedah buku atau literasi buku karangan Suprawoto atau Kang Woto, orang dengan segudang pengalaman dibidang Komunikasi dan melanglangbuana dikanca antar negara, menggugah para pecinta buku datang di acara tersebut untuk mengetahui sekaligus ingin mengenal dekat pada sosok pengarangnya.

Dalam acara bedah buku “Dalane Uripku” dibedah langsung oleh Rakhmat Giryadi dan Tjahjono Widarmanto, yang masing-masing merupakan pakar Sastra terutama bahasa jawa dari jawa Timur.

Baca Juga :  Operasi Pekat Semeru 2019, Polres Sidoarjo Berhasil Ungkap 451 Kasus
Para Pecinta Buku Sedang Meminta Tanda Tangan Ki Suprawoto Saat Usai Acara.

Menurut Tjahjono Widarmanto buku karya Suprawoto itu sangat menarik untuk dibaca karena didalam buku tersebut menceritakan semasa hidupnya sejak kecil hingga kini, dengan bahasa Jawa. “Dengan bahasa jawa Ngoko, komunikasi yang dibangun oleh Suprawoto adalah komunkasii egaliter, komunikasi yang berbasis kerakyatan, yang berfungsi sebagai komunikasi yang memasuarakat,” terang Thahjono Widarmanto.

Kang Woto adalah orang yang dikenal ramah, santun dan banyak pengalaman tersebut, menuangkan biografi dan kehidupannya dalam buku “Dalane Uripku” versi bahasa jawa, agar masyarakat tau bahwa tak banyak orang memiliki apresiasi tinggi terhadap keberdayaan nalar. Maka dari itu Kang Woto atau Ki Suprawoto menulis biografinya “Dalane Uripku” perlu mendapatkan apresiasi yang setinggi-tingginya.

Baca Juga :  3 Pasien Covid-19 Sembuh, Angka Kesembuhan di Magetan Mencapai 66 Persen

Melalui biografi Suprawoto, dapat menjalin komunikasi politik dengan menggambarkan dunia yang ada disekitarnya. ”Dalam buku tersebut bisa dilihat bab bab berikut sub babnya dalam biografi ini ditulis dengan menggunakan teknik penulisan jurnal atau catatan harian,” ungkap Tjahjono.

Ditempat yang sama Kang Woto mengatakan, banyak manfaat dari acara bedah buku ini. Namanya buku itu perlu dibedah, karena ada manfaat bagi si penulis, jikalau ada kelemahan dan buku itu harus diteliti supaya hasilnya bagus,” kata Suprawoto seusai acara.

Baca Juga :  KPU Bersikukuh, Nyono Masih Lanjut Dalam Pilkada 2018

Lanjutnya, buku “Dalane Uripku” ditulis selama 6 tahun, yang mana menceritakan kehidupannya sejak kecil hingga dewasa sampai menjadi Sekjen Kominfo RI, pada tingkatan tertinggi dalam lingkup PNS, dan mengenal dunia luar di berbagai Negara.

“Saya menulis buku ini tidak melihat waktu dan dimanapun berada. Terkadang sambil menunggu pesawat bahkan didalam pesawat saat berpergian dinas ke luar negeri, saya sempatkan untuk menulis. Waktunya pun juga tidak tentu, terkadang pas naik kereta api atau saat menunggu diruang tunggu, bahkan dirumah dimana ada waktu, saya manfaatkan untuk menulis,” pungkasnya. (ren/redk)

 1,290 total views,  20 views today


One thought on “Literasi Bedah Buku “DALANE URIPKU” Karya Suprawoto Di Mojosemi Magetan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!