Magetan Bertambah Pasien Terconfirm Positip Cluster Baru, Penderita Ditolak Warga


ARYA-MEDIA, Magetan – Peta sebaran Covid-19 di Kabupaten Magetan, memiliki cluster baru. Tambahan pasien positif tersebut berasal dari Cluster Sampoerna, kembali masuk Magetan melalui sepasang suami istri warga Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan Jawa Timur, . Kedua warga Magetan ini tinggal di kost dan bekerja di Pabrik Rokok Sampoerna di Surabaya. Sabtu (16/5/2020).

“Karena terconfitm positip Corona, mereka pulang ke rumahnya di wilayah Poncol bersama anaknya yg berusia 11 tahun. Namun sayang, masyrakat di daerahnya menolak kehadiran pasien tersebut. Namun disayangkan, masyarakat kita masih memberikan sanksi sosial dan memgucilkan saudara kita yang terkena musibah pandemi Covid-19,” kata Saiff Muhklissun, Kepala Dinas Kominfo, selaku Plt Humas dan Protokol Kabupaten Magetan, Sabtu (16/5).

Selain itu, pasien claster baru ini merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG). Karena ditolak warga, saat ini suami istri yang menjadi pasien 54 (P) laki-laki umur 49 tahun, dan istrinya dengan kode pasien 55 (LM) umur 45 tahun, akhirnya dikarantina di RS dr Sayidiman Magetan.

“Untuk anaknya yang masih kelas 4 SD, saat diperiksa dinyatakan negatif. Saat ini, dikarantina di Faskes wilayah Poncol,” terangnya Muhklissun, selaku Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magetan.

Sementara itu, tiga tambahan pasien terconfirm positif Covid-19 lainnya, masih berhubungan erat dengan salah satu ponpes di wilayah Kecamatan Karas Kabupaten Magetan. Diantaranya adalah, Pasien 56 (IA) umur 19 tahun, laki-laki berasal dari Kecamatan Karas. Pasien 57 (S) umur 53 tahun, seorang laki-Laki warga Kecamatan Bendo, dan Pasien 58 (K) warga Kecamatan Plaosan.

“Kami berpesan jangan jauhi dan jangan kucilkan penderita serta keluarga yang terconfirm positip corona. Karena penyakit ini bukan aib dan bisa disembuhkan. Namun, kita harus tetap menjaga hubungan sosial dengan memperhatikan protokol kesehatan, jaga jarak aman atau lakukan phisical distancing. jaga hindari kerumunan,” jelasnya.

Muhklissun juga menghimbau kepada masyarakat khususnya warga Magetan, untuk tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sesuai protokol kesehatan. “Cuci tangan pakai sabun di air mengalir sesering mungkin, tetap timggal di rumah, bekerja belajar dan beribadah di rumah, dan selalu bermasker bila terpaksa keluar rumah,” ujarnya. (Ren)

Diketahui bahwa, sesuai Peta Sebaran Covid-19 untuk wilayah Kabupaten Magetan, jumlah pasien terconfirm positif corona berjumlah 58 pasien. Orang Dalam Pemantauan (OPD) 283 orang. Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sejumlah 58 orang.

“Sekarang ini, saatnya kita untuk saling menguatkan bukan saling menyalahkan. Mari kita bergerak bersama memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (Ren/Sf)

 1,920 total views,  1 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!