Masyarakat Sumberbulu Tolak Sumber Induk Dijadikan Tempat Wisata


ARYA-MEDIA, Banyuwangi – Peristiwa meninggalnya seorang bocah cilik pengunjung Wisata Pemandian ”Bulu Indah” Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Ternyata jadi pintu masuk Masyarakat yang tergabung di Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) dan Himpunan Pemakai Air Minum ( HIPAM ). Menolak Sumber Induk dijadikan tempat Wisata Pemandian.

Hal tersebut dibuktikan oleh Masyarakat yang tergabung di HIPPA dan HIPAM Dusun Jajangan, Desa Sumberbulu.  Bersurat kepada Pemerintah Desa Sumberbulu yang isinya meminta agar Sumber Induk Bulu Indah ditutup dari kegiatan wisata yang merenggut nyawa pengunjung. Selain itu, yang menjadi alasan Masyarakat kelompok HIPPA dan HIPAM Dusun Jajangan, adalah terkait lingkungan hidup dan ekosistem air yang dimanfaatkan petani dan dikonsumsi untuk air minum warga.

Baca Juga :  4 Orang Pelaku Penodongan Nasabah Bank, Dibekuk Polisi

Sebagai bentuk keseriusannya, surat dilampiri dengan lembar bubuhan tanda tangan warga yang bisa dibilang keberatan. Atau sejalan dengan keinginan kelompok HIPPA dan HIPAM, yaitu untuk dilakukan penutupan Sumber Induk Bulu Indah dari aktivitas wisata pemandian.

Surat pun ditembuskan kepada instansi – instansi Pemerintah Daerah di Kabupaten Banyuwangi termasuk ke DPRD Banyuwangi.

Baca Juga :  BOSDA Belum Bisa Mencukupi Kebutuhan Sekolah, Begini Tanggapan Dikpora Magetan

Sementara Jumadi Abdullah kepada awak media menuturkan. Terlepas dari kepentingan dan embel – embel apapun, saya mendukung apa yang menjadi aspirasi dan keinginan masyarakat mas. Sebenarnya keluhan masyarakat sudah lama terkait permasalahan tersebut. Namun tidak digubris, mungkin peristiwa naas itu adalah peringatan dari Tuhan bagi kita semua. Artinya ketika sesuatu dimanfaatkan tidak pada tempatnya ya tentu hasilnya pun tidak manfaat bisa jadi malah petaka, “ tutur Jumadi yang juga seorang aktivis, Rabu (12/12/2018).

Baca Juga :  Setelah GISA Di Lounching Bupati, Program Meninggal Langsung Dapat Akte Terpenuhi
Bukti tanda tangan warga atas penolakan diteruskanya kegiatan wisata pemandian.

Ditambahkan Jumadi, bahwa dirinya berharap para pihak terkait menanggapi dan menindak lanjuti apa yang menjadi aspirasi masyarakat. Terutama ditekankan oleh Jumadi kepada Dinas terkait yaitu Dinas Pengairan. Untuk betul – betul memperhatikan ketepatan tentang pemanfaatan air yang jadi kebutuhan paling berharga itu”, tegasnya.

Informasi terkini diperoleh bahwa Pemdes malam nanti mengundanghadirkan masyarakat dari 4 Dusun di wilayah Desa Sumnerbulu. Guna dilakukan musyawarah membahas tentang asal Desa. (rdy35)

 1,473 total views,  6 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!