Mayat Perempuan Membusuk, Ditemukan Warga Di Tengah Lahan Tebu


ARYA-MEDIA, Ngawi – Warga Desa cantel, Kecamatan Pitu, kabupaten Ngawi, digegerkan dengan penemuan mayat perempuan di wilayah perhutani Kabupaten Ngawi dengan kondisi mengenaskan, pada hari Kamis (1/8/2019) sekira pukul 15.00 Wib.

Korban tersebut, diketahui bernama Suwarti, 60 tahun, berasal dari Dusun Kedung Gede, Desa Getas, Kec. Kradenan, Kab. Blora, Jawa tengah, ditemukan lahan tebu di petak 27 RPH Ngladok Tanah, masuk  Dusun Pandean, Desa Cantel, Kecamatan Pitu, Kab. Ngawi

Mayat perempuan tua itu, ditemukan pertama kali oleh Sugeng seorang buruh tani tebu, warga Desa Cantel, Kec. Pitu, Kab. Ngawi. Sekira pukul 15.00 Wib, saat sedang menebang tebu, Saksi melihat sesosok mayat perempuan dengan kondisi tubuh sudah membusuk di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Mengetahui hal itu, Sugeng langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa setempat.

“Ada laporan dari warga bahwa ditemukan jasad di tengah lahan tebu. Petugas kami langsung menuju lokasi penemuan dan melakukan pengecekan” terang Iptu Subandi, Kapolsek Pitu, (1/8).

Kapolsek menjelaskan, sebelumnya keluarga korban melaporkan bahwa nenek Suwarti yang menderita sakit Pikun atau hilang ingatan, meninggalkan rumah sejak 24 Juli 2019 lalu. pihak keluarga dan perangkat desa getas beserta warga masyarakat Desa Getas sudah berusaha mencarinya namun tidak kunjung ditemukan.

“Mendapatkan informasi dari Kades Cantel, menantu korban juga datang ke lokasi penemuan. Setelah dilakukan pengecekan, dari ciri-ciri pakaian dan bentuk tubuhnya korban merupakan anggota keluarganya yang menghilang sejak 9 hari yang lalu,” terang Iptu Subandi.

Menurut informasi keluarga, korban selama ini sudah pikun dan kemungkinan tersesat tidak menemukan jalan pulang. Sehingga korban  diduga kebingungan untuk pulang ke rumahnya, dan akhirnya ditemukan tewas di tengah lahan tebu. “Dari hasil visum tidak ditemukan tanda tanda penganiayaan, korban meninggal diperkirakan sejak 7 hari yang lalu, dan kematian korban diduga akibat kelaparan,” jelas Kapolsek Pitu

Sementara itu, pihak keluarga menerima peristiwa itu sebagai musibah dan meminta jenasah untuk tidak di outopsi, Selanjutnya Kapolsek bersama anggota menyerahkan Jenasah kepada keluarga korban untuk prosesi pemakaman.

“Keluarga korban membuat permohonan dan memohon untuk tidak di outopsi serta membuat surat  pernyataan bahwa kejadian tersebut sebagai musibah, dan tidak akan menuntut kepada pihak manapun, akhirnya jenazah dibawa pulang” pungkasnya. (ren/redk)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *