Memasuki Bulan Ramadhan Dinkes Bersama BPOM Lakukan Uji Lab Makanan Dan Minuman Berbuka


ARYA-MEDIA, Ngawi – Demi menjaga makanan terbebas dari zat bebahaya pada bulan Ramadhan, Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama Badan Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM) Propinsi Jawa Timur, melakukan uji lab terhadap makanan maupun minuman yang dijajakan pedagang untuk berbuka. Hal tersebut dimaksudkan untuk memberi jaminan atas produk – produk rumahan yang layak kosumsi dan bebas dari kandungan zat berbahaya.

Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WIB, hari Kamis 17/05/2018, bertempat di bahu jalan depan Lapas Kabupaten Ngawi, Andayani Risma dari pihak BPOM mengatakan, “Kita sengaja memilih area sini karena kita melihat banyak penjual dan pembeli kuliner sepanjang jalan (seputaran Lapas). Namun untuk sampel makanan kita tetap akan mengambil dari tempat lain, namun areanya masih di kawasan Alun Alun Ngawi”, Terangnya.

Baca Juga :  Update Covid-19 Magetan : Bertambah 1 Terconfirm Positip Warga Kecamatan Parang

“Untuk produk yang diuji sendiri terdiri dari berbagai makanan olahan seperti lauk pauk, gorengan, maupun minuman Dawet, Es Buah dan Kolak. Untuk hari ini kita mengambil 40 macam olahan dan kita langsung uji agar hasilnya bisa langsung diketahui. Untuk waktu pengujian rekan – rekan ndak usah kawatir karena tidak akan makan waktu yang lama, kira – kira hanya makan waktu setengah jam”, imbuhnya.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Penadah Dan Peggelapan Motor Curian

Sementara, Muhadi N dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi yang turut hadir dalam kegitan mengatakan bahwa, penting untuk menjaga makan yang dikonsumsi terutama untuk berbuka. “Kami dari Dinas Kesehatan selalu aktif dalam melakukan pengecekan produk makanan olahan, agar tidak membahayakan kesehatan masyarakat. Tidak hanya bulan puasa saja, namun kita juga melakukan secara rutin terhadap jajanan anak yang ada di sekolahan – sekolahan, agar terbebas dan terhindar dari zat yang membahayakan kesehatan”, kata Muhadi.

Diketahui, 40 hasil lab yang di peroleh dari produk makanan maupun minuman menujukkan hasil yang menggembirakan. Hal itu terindikasi dari seluruh produk yang di ambil sebagai sample tidak satupun mengandung zat yang masuk kategori membahayakan.

Baca Juga :  Menyalahi Aturan, RSUD Sumenep Diduga Menolak Pasien KIS

“Dari 40 jenis kuliner baik makanan maupun minuman yang kita uji kesemuanya negatif. Hasil lab yang kita laksanakan hari ini mengindikasikan bahwa tingkat kesadaran penjual cukup tinggi. Kami berharap semoga kedepannya akan tetap seperti ini, agar konsumen terhabebas dari bahaya yang ditimbulkan dari bahan yang membahayakan”, ungkap Budi Sulistyowati, BPOM Jatim Bidang Layanan Informasi. (RYS/ops/redk)

 786 total views,  10 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!