Mencurigakan, Salah Satu Oknum Perangkat Desa Taji Minta Maaf Kepada Warga, Ada Apa…?


ARYA-MEDIA | MAGETAN – Perilaku mencurigakan terjadi Desa Taji Kecamatan Karas Kabupaten Magetan Jawa Timur. Pasalnya, pada hari Jumat (25/12/2020), salah satu Perangkat Desa berinisial TY selaku Kepala Dusun (Kasun) Slawe didampingi Kepala Desa beserta perangkat desa lainnya, mendatangi warganya untuk melakukan permintaan maaf atas kesalahan yang dilakukannya.

Salah satu warga Dusun Slawe, Budi warga RT.01/RW.03 Desa setempat mengatakan, Kasun Desa Taji bersama aparat desa lainnya, mendatangi warga sekitar untuk meminta maaf atas perbuatannya.

” Pak Kasun datang ke rumah saya untuk meminta maaf, tetapi maksut dan tujuannya saya tidak tahu. Ada 8 RT yang disambangi Pak Kasun untuk minta maaf atas kesalahan yang dilakukannya,” kata Budi, Jumat (25/12).

Dari informasi yang dihimpun awak media, bahwa kedatangan Kasun TY meminta maaf kepada warganya, diduga oknum tersebut telah menyelewengkan anggaran Dana Desa tahun 2019 ratusan juta rupiah.

Ada beberapa pos anggaran  DD tahun 2019 yang disinyalir untuk kepentingan pribadi, diantaranya dana pembelian material, ongkos pekerja, biaya bego untuk jalan, anggaran urug jalan baru, ongkos langsir, pajak dan beberapa pos biaya lainnya dengan total anggaran RP 139.898.560.

Kejadian tersebut mendapat tanggapan keras dari Ketua LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Magetan, Supriyanto S.Sos, adanya oknum Perangkat Desa yang hanya minta maaf atas perbuatan yang diduga telah merugikan Negara ratusan juta rupiah.  

“Sangat disayangkan, karena tindakan ini ada dugaan penyelewengan dana desa. Harusnya diproses sesuai hokum yang berlaku, bukan hanya minta maaf,” ujar Supriyanto, Jumat (25/12).

Menurutnya, penyelewengan uang Negara bisa dikategorikan kejahatan besar dalam tindak pidana korupsi (Tipikor), sesuai pasal 3 Jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 yang telah dirubah dalam UU No 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

“Ini mencurigakan, pasti ada yang tidak beres, karena ketika oknum tersebut keliling meminta maaf didatangi beberapa Wartawan dan LSM, semua langsung bubar dan pergi dengan sendirinya. Semua bungkam bahkan menghindar ketika akan diwawancarai,” jelas Supriyanto.

Ketua LIRA Kabupaten Magetan akan mengambil langkah untuk melaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH) atas dugaan penyelewengan dana desa yang dilakukan oknum Kasun Desa Taji. “Kita akan lengkapi dulu data yang sudah ada pada LIRA, selanjutnya akan kita laporankan secara resmi,” tegasnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi kepada Kepala Desa Taji Sigit Supriyadi membatah jika Kasun yang mendatangi warga untuk minta maaf, telah melakukan penyelewengan anggaran Dana Desa. “Kedatangan Kasun Slawe mendatangi warga, hanya sekedar sambang atau silahturahmi untuk mencari saran dan masukan dalam kinerja kami selaku perangkat desa. Agar kedepannya menjadi lebih baik lagi,” tandasnya.

Disisi lain, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Magetan, Eko Muryanto mengaku belum mengetahui permasalahan tersebut, karena belum ada laporan dari pihak desa maupun kecamatan setempat. “Saya baru dengar dari rekan-rekan media, dan akan saya tanyakan permasalahan ini kepada Camat,” pungkasnya. (Tim)

 8,156 total views,  1 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!