UA-163642268-1

Mensos RI Tinjau Lokasi Dampak Banjir di Magetan, Risma Berikan Saran Mengatasi Banjir


ARYA-MEDIA | MAGETAN – Menteri Sosial (Mensos) RI, Tri Rismaharini, meninjau lokasi banjir di Desa Ngunut, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan Jawa Timur. Kedatangan Mensos RI tersebut, disambut oleh Bupati Magetan Suprawoto didampingi Ketua DPRD Magetan Sujatno, bersama Jajaran Forkopimda Magetan. Jumat malam (02/04/2021).

Mantan Walikota Surabya tersebut ingin melihat langsung kondisi lokasi dampak banjir yang menerjang wilayah Magetan beberapa Minggu lalu. Selain itu, ibu yang selalu energik ini juga memberikan bantuan seperti makanan siap saji, makanan anak, matras, dan kasur, untuk para korban banjir di wilayah tersebut.

Mensos Tri Rismaharini atau dikenal dengan sebutan Bu Risma mengatakan, mengenai bantuan BST (Bantuan Sosial Tunai) yang sempat tertunda itu karena terdampak Covid-19, bukan dihentikan. “Bukan dihentikan, itu salah. Memang dananya segitu, karena pada waktu itu April diprediksi sudah selesai. Kalau diperhitungkan itu sangat matang, termasuk untuk vaksin dan sebagainya,” ujarnya.

Baca Juga :  Sebagai Pengingat Saja... Bupati Magetan Surati Presiden RI Untuk Dibuatkan Pintu Tol

Selain itu, masyarakat juga menerima BST seperti pulsa subsidi listrik, bantuan BPNT dan PKH tetap jalan. “Jadi kemarin itu karena terdampak covid, akan tetapi sekarang masyarakat ekonominya sudah mulai berjalan,” terang Risma, usai meninjau Jembatan Rusak di Desa Ngunut Kecamatan Lembeyan, Jumat (2/4).

Baca Juga :  Sambut Tahun 2020, Desa Grabahan Tingkatkan Insfrastruktur Jalan Semi Hotmix

Lebih lanjut Risma mengutarakan pengalamannya dalam mengatasi banjir untuk wilayah Kabupaten Magetan. Menurutnya, kearifan local dengan memakai bronjong penahan tekanan air sering terabaikan, sehingga menyebabkan terjadinya longsor dan banjir.

“Saya sangat setuju jika perbaikan tanggul yang jebol dengan memakai bronjong, karena ini merupakan bagian kearifan lokal. Dan fungsi bronjong adalah untuk menahan gesekan tanah yang bisa mengikuti struktur tanah,” jelasnya.

Baca Juga :  Sengketa Sewa TKD Desa Ngujung Terjadi Kesepakatan, BPD Masih Berlanjut Ke Jalur Hukum

Disisi lain, Risma juga menyarankan pemasangan bronjong sebagai penahan banjir, dengan dimensi terasiring agar lebih kuat ketika ada tekanan. “Menurut pengalaman saya, bronjong lebih kuat dari pada shipfile. Karena sistem bronjong bisa mengikuti struktur tanahnya. Namun harus tetap ada kajian dari dinas PU setempat,” pungkasnya. (Ren)

 491 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!