Menuai Kontra : Ujaran Kebencian ‘Wartawan Tai’, Oknum LSM Minta Maaf


ARYA-MEDIA, Surabaya – Viralnya konten video YouTube yang diunggah oleh oknum anggota LSM di Sampang Madura Jawa Timur menuai kontra. Vedeo yang bermuatan kecaman terhadap profesi wartawan yang berbunyi “Jurnalis Tai”, memantik reaksi para jurnalis di Jawa Timur.

Salah satu Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) Surabya, angkat bicara terhadap unggahan video yang dilakukan oleh sesosok pria berpeci asal Sampang Madura. Pro dan kontra pernyataan sikap mereka, tertuang dalam Grup WhatsApp (WA) jurnalis dari berbagai media.

Komunitas Jurnalis asal Surabya tersebut menyayangkan, ulah pria yang mengaku bernama Rolis Sanjaya (Oknum LSM Red). Banyak diantara mereka mengaku geram setelah menyaksikan video berdurasi 19:08 menit tersebut.

Seperti yang dirilis dua (2) media portal anggota KJJT, Liputan Indonesia dan Gerak Jatim menyampaikan, bahwa pernyataan tendensius LSM GPN Sampang Madura ini, tidak pantas dilakukan. Karena sama saja menggebyah uyam (menyiram garam) di tengah lautan.

“Dia itu siapa kok kurang ajar begitu. Mulutnya tak beretika,” ungkap Mario wartawan senior yang juga sesepuh jurnalis, (26/07/20).

Menurutnya, seorang jurnalis adalah profesi yang mulia. Pernyataan Rolis tersebut harus disikapi. “Ayo yang merasa jurnalis bersatu untuk sikapi hal ini,” ajaknya.

Selain itu, dari beberapa rekan jurnalis lainnya juga meminta Rolis mencabut video unggahannya dan harus minta maaf. “Kalau tidak minta maaf dalam waktu 24 jam dari sekarang, kami sepakati akan laporkan ke pihak kepolisian,” tegasnya.

Sementara, usai pernyataan sikap rekan wartawan dimuat di beberapa medianya, Rolis langsung pun langsung merespon dan mengunggah video permintaan maaf.

Bahkan, pria yang suka mengenakan songkok hitam ini, mengunggah video tengah menuju Mapolres Sampang malam itu, untuk melaporkan kejadian yang berkembang.

Rolis menyebut dirinya tidak bisa membalas ribuan massage yang masuk ke handphonenya. Karena itu, melalui video tersebut dia meminta maaf, dan ingin mengklarifikasi ucapannya di meja “perdamaian” Mapolres Sampang.

Menanggapi hal itu, ketua KJJT Surabaya, Ade Maulana mengaku, akan berkonsolidasi dulu dengan semua anggotanya. Ade memastikan, akan segera mengklarifikasi permasalahan tersebut.

“Pastinya, yang bersangkutan wajib meminta maaf terbuka di YouTube dalam waktu 24 jam. Kalau tidak, kami akan laporkan ke polisi, dan kami tidak main-main dengan kasus ini,” tandas Ade (26/07).

Dijelaskan Ade, bahwa yang bersangkutan bernama Rolis sudah minta maaf kepada KJJT. “Dia (Rolis red) juga mengucapkan terima kasih sudah diingatkan dan diberi nasihat,” jelasnya.

Setelah minta maaf, lanjut jurnalis berita-rakyat.co.id ini, pihaknya minta menghapus konten tersebut di akun YouTubenya. Selain itu, pria berkumis tipis itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada Komunitas Jurnalis Jawa Timur yang sudah menegur dan mengingatkannya.

“Dari hati yang paling dalam saya tidak ada niatan kepada rekan-rekan jurnalis lainya. Itu saya tujukan kepada oknum wartawan Radar Madura. Demi Allah video itu bukan di tujukan kepada rekan wartawan lainya,” ungkap Rolis yang ditirukan Ade.

Ade juga menyampaikan, permintaan maaf kepada rekan jurnalis di seluruh Indonesia atas video yang dibuatnya. “Rolis mengaku secara pribadi siap hadir jika diinginkan untuk meminta maaf kepada seluruh jurnalis yang ada di Republik Indonesia,” pungkasnya. (Redk)

 272 total views,  1 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!