UA-163642268-1

Menyambut Perayaan Nataru, Pemkab Magetan Himbau Terapkan Prokes Ketat


ARYA-MEDIA | MAGETAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan Jawa Timur, melakukan rapat koordinasi bersama jajaran Forkopimda Magetan, terkait persiapan menyambut Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020.

Bertempat di ruang rapat Ki Mageti, acara  tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Magetan dan Wakil Bupati Magetan, Komandan Kodim 0804/Magetan, DanSecata Rindam V/Brw, Pasiops Yonko 463 Paskhas, Wakapolres Magetan, Kepala Pengadilan Negeri Magetan, dan beberapa Kepala OPD terkait, serta beberapa undangan pemilik tempat wisata.

Bupati Magetan Suprawoto mengatakan, sesuai himbauan dari Gubernur Jawa Timur, bahwa dalam rangka menghadapi Natal dan Tahun Baru tahun ini, diperlukan keseriusan dalam menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

Baca Juga :  Tingkatkan Produksi Pertanian, PUPR Magetan Sosialisasi Rehabilitasi Saluran Irigasi TUS 5 Bringin

“Perlu diingat, bahwa di Magetan memiliki angka positif covid-19 cukup tinggi. Sampai hari ini jumlah pasien positif covid-19 sebanyak 838 orang. jadi diperlukan ektra ketat dalam penerapan protokol kesehatan,” kata Bupati Suprawoto, Selasa (22/12).

Dijelaskan Bupati Magetan, memang tidak ada himbauan bahwa pengunjung tempat wisata harus mempunyai rapid test, namun diharapkan para pengurus tempat wisata harus memperhatikan tentang suhu tubuh pengunjung. “Apabila melebihi batas normal, maka dilarang masuk ke area wisata, dan segera melaporkan ke gugus tugas covid 19 setempat,” jelasnya.

Baca Juga :  Waktu Sudah Tiba, Satgas TMMD-102 Tinggalkan Wedusan

Selain itu, Pemkab Magetan akan membatasi maksimal pengunjung di lokasi wisata dan jemaah perayaan Natal sebanyak 50 % dari kapasitas daya tampun. “ Untuk perayaan tahun baru memang dilarang untuk dilaksanakan. Namun, Pemkab akan mengadakan pertunjukan secara virtual yang akan disiarkan langsung melalui beberapa media sosial,” ungkap Bupati Magetan.

Sementara itu, Letkol Inf Ismulyono Triwidodo, Komandan Kodim 0804/Magetan mengungkapkan, melihat kondisi Magetan merupakan zona merah, diperlukan perhatian khusus dari semua elemen, baik Pemerintahan maupun masyarakat.

“Kami mempunyai tugas untuk membantu Pemda. Jadi apa yang sudah menjadi kesepakatan dan aturan yang telah dibuat oleh Pemda, harus ditaati dan dilaksanakan. Kami mohon dukungannya dari semua pihak, termasuk pengelola tempat wisata agar mematuhi apa yang sudah menjadi kesepakatan dan aturan pemerintah,” tegasnya, Selasa (22/12).

Baca Juga :  Dituding Usaha Ilegal, Dirut CV. Smart Herb Indonesia Angkat Bicara

Hal senada juga diucapkan Wakapolres Magetan, Kompol Dadang Kurnia SH.MH menjelaskan, petugas kepolisian telah mengadakan Operasi Lilin Semeru 2020 dimulai pada 21 Desember 2020 sampai dengan 4 Januari 2021. “Yang menjadi perhatian, adalah tempat-tempat perbatasan antar Kabupaten. Penjagaab ketat dilakukan untuk memastikan bahwa orang-orang yang masuk wilayah Magetan dalam keadaan sehat,” pungkasnya. (Ren)

 542 total views,  3 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!