Merasa Terancam, Warga Probolinggo Laporkan Tetangganya ke Polisi


ARYA-MEDIA, Probolinggo – Merasa cemas dan khawatir, Dinda warga Dusun Brukan, Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, pada Rabu sore (2/10) dilurug tetangga beserta empat orang kerabatnya. Aksi tersebut dilakukan dengan membawa batu dengan berusaha memasuki rumah tetangganya dengan cara mendobrak pintu rumah, yang membuat bagian dari pintu rumahnya mengalami kerusakan.

Menurut Ajeng (kakak Dinda), menceritakan kepada awak media, tetangganya tersebut, berupaya masuk ke rumah sembari mengancam akan memukul Dinda dengan batu yang genggamnya. “Mereka mengancam kepada adik saya dengan ancaman mau dipecahkan kepalanya, dan mau menyobek mulut adik saya. Waktu itu saya menahan pintu supaya mereka tidak masuk ke rumah., katanya.

Hasil informasi yang didapat, pengancaman berawal dari Dinda yang menegur Lin sewaktu membuang sampah dan pecahan kaca di halaman depan rumah Dinda. Karena tidak terima ditegur oleh Dinda, lantas Lin mengajak kerabatnya berjumlah empat orang (2 laki-laki dan 2 orang perempuan) mendatangi rumah Dinda untuk menyampaikan niatnya dengan cara mengancam akan memecahkan kepala Dinda dengan batu yang dibawanya, sambil berujar akan merobek mulut Dinda.

Merasa ketakutan, korban (Dinda red) bersama ibunya bersembunyi di dalam kamar beserta anaknya yang masih berusia 4 tahun dengan tangisan histeris lantaran ketakutan. Sementara itu, Ajeng (kakak Dinda) berupaya menahan pintu untuk mencegah Lin beserta ke-empat kerabatnya yang ingin memasuki rumah.

Tidak hanya sampai disitu saja, mungkin dikarenakan hajatnya belum tersampaikan untuk memecahkan kepala Dinda, Lin tak henti-hentinya mengeluakan kata ujaran yang sifatnya memaki dengan kata-kata kasar dengan menjurus ke penistaan, yaitu kata-kata yang merendahkan martabat seorang wanita.

Di ketahui bahwa, keluarga dinda adalah keluarga Perempuan, “Selama ini Dinda tinggal bersama ibu, kakak dan keponakan perempuannya yang berusia 7 tahun, beserta anaknya yang baru berusia emat (4 Tahun) pasca perceraiannya. Dalam hal ini Ia merasa khawatir terhadap ibunya yang masih trauma atas kejadian tersebut,“ jelas Dinda kepada awak media.

Karena khawatiran dan ketakutan atas kejadian itu, Dinda yang didampingi rekan-rekannya yang tegabung dalam organisasi FIBER Probolinggo, akhirnya melakukan pelaporan ancaman tersebut ke Polsek Maron wilayah hukum Polres Probolinggo.

Sementara, mengetahui ada anggota organisasinya yang terintimidasi, ketua FIBER Probolinggo. M.Hafid, bersama Wintono, sangat menyayangkan adanya indikasi tersebut. Pihaknya bersama anggota FIBER yang lain akan terus mengawal untuk selanjutnya pelaku intimidasi supaya mendapat pembinaan, dan meminta perbuatan yang serupa tidak di ulanginya lagi. (win/ops)

#ANCAMAN #POLSEKMARON #PROBOLINGGO


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *