Minimalisir Peredaran Rokok Ilegal, Pemkab Magetan Sosialisasikan Kepada Ribuan Ethek Lawu


ARYA-MEDIA, Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, menggelar sosialisasi ketentuan dibidang Cukai, dalam rangka mengantisipasi rokok ilegal yang beredar di masyarakat. Bertempat di pendopo surya graha, ribuan pedagang sayur keliling dari Kabupaten Magetan, yang dikenal dengan sebutan ” Ethek Lawu”, dihadirkan Pemkab untuk menjadi bagian sosialisasi larangan peredaran rokok ilegal, Jum’at (29/11/2019).

Kegiatan tersebut, dihadiri oleh Bupati Suprawoto, Perwakilan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Type C Madiun, Kabag Ekonomi serta Kepala OPD Lingkup Pemkab Magetan penerima Dana Cukai setiap tahunnya.

Hasil pantauan Arya Media, ribuan pedagang ethek lawu tersebut, dibekali pengetahuan dalam rangka mendeteksi rokok tanpa cukai (rokok ilegal) oleh Bagian Administrasi Perekonomian Setdakab Magetan, berkerjasama dengan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Type C Madiun.

Penyerahan Jaket Bertuliskan “Stop Rokok Ilegal”, Oleh Bupati Suprawoto Bersama Plt Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Setdakab Magetan, Kepada Ethek Lawu.

Bupati Magetan Suprawoto berharap, sosialisasi rokok ilegal tersebut, dapat membekali para pedagang Ethek Lawu untuk meminimalisir peredarannya, karena mereka berinteraksi dengan masyarakat setiap hari.

”Ethek Lawu ini, khan setiap hari bertemu dengan masyarakat. Maka mereka dapat melanjutkan sosialisasi ini dengan menyampaikan larangan rokok ilegal. Semoga mereka dapat menyampaikan larangan rokok tanpa cukai, agar publik tahu dan mengerti akan dampaknya,” ucap Bupati Magetan, (29/11).

Selain itu, dalam pencegahan rokok ilegal yang beredar, dapat merugikan Pemerintah, sehingga akan berdampak pada Pendapatan Daerah. “Dengan menyasar kepada masyarakat secara meluas, maka dapat menekan peredaran rokok ilegal yang dapat merugikan Pemerintah. Tentunya, akan berdampak juga pada pendapatan Daerah Kabupaten Magetan,” ungkapnya.

Sementara itu, ketua asosiasi Ethek Lawu Magetan, Yusuf menyampaikan, jumlah Ethek Lawu yang beredar, yang bermula hanya 1500, saat ini seluruh anggota menjadi 2000 lebih untuk periode 2019. Mereka menjelajah wilayah se-Karisidenan Madiun, hingga beredar ke Kabupaten Nganjuk, dan Bojonegoro, serta Kabupaten Sragen, dan Wonogiri, Jawa Tengah.

”Jumlahnya dua ribuan lebih. Mereka setiap pagi memasarkan sayuran di wilayah Karisidenan Madiun, hingga ke kabupaten lain bahkan ada juga yang menjelajah ke Kabupaten Sragen dan WOnogiri Jawa Tengah,” jelasnya. (ren)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *