UA-163642268-1

Miris…!! Bocah 7 Tahun Dicabuli Bapak Tirinya Selama Tiga Tahun


ARYA-MEDIA, Ngawi – Kasus pencabulan anak di bawah umur, sedang menjadi perhatian Unit PPA Polres Ngawi dalam melakukan pemeriksaan kepada pelaku KM (38), karena telah mencabuli bocah ingusan yang baru berumur 7 tahun, Senin (11/3/2019).

Korban sebut saja (Bunga) asal Desa Jeblogan, Kecamatan Paron, Ngawi diduga tidak sekedar dicabuli oleh pelaku KM yang tak lain sebagai bapak tirinya yang beralamatkan di Desa/Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi.

Saat diperiksa penyidik di Unit PPA Polres Ngawi, KM mengaku telah menyetubuhi anak tirinya itu sebanyak 4 kali. Sejak 2017 lalu, sewaktu istrinya atau ibu kandung korban masih dirumah. Bahkan KM mengelak ketika dituduh melakukan pengancaman dengan pentungan kayu sepanjang 1 meter.

Baca Juga :  Rumah Penggilingan Padi Terbakar, Akibatnya 3 Unit Rumah Beserta Isi Rata Dengan Tanah

“Kayu itu saya gunakan untuk menakuti sewaktu dia (korban-red) mencoba melorotkan celana dalam didepan orang banyak,” terang KM dihadapan penyidik.

Terbongkarnya kejadian miris tersebut, pada tanggal 2 April 2018 sekira pukul 16.30 Wib, nenek korban MR (64) melihat cucunya sedang berjalan dengan terseok-seok seolah kesakitan. Selain itu, sang nenek juga melihat cucunya setiap buang air kecil merintih kesakitan. “Saya curiga disaat cucu saya jalanya tidak seperti biasanya, dan setiap buang air kecil juga merasa kesakitan pada kemaluanya itu. Karena curiga, saya mencoba mencium celana dalamnya ternyata bau sperma,” terang MR nenek Bunga, Selasa, (05/03/2019).

Baca Juga :  Teror Lebah Terus Menghantui Warga Ngawi

MR juga membeberkan, bahwa cucunya dipaksa melorotkan celana dalamnya dengan diancam mau dipentung dengan sebilah kayu oleh bapak tirinya (KM red). Dan MR mengaku, kejadian yang dialami Bunga, sejak tahun 2016 lalu, namun baru mencurigai perilaku KM sejak empat bulan terakhir ini. “Kalau ibunya cucu saya menjadi TKW di Singapura sejak setahun lalu. Makanya, saya yang mengasuh cucu saya, justru merima perilaku bejat seperti itu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Karena Masalah Keluarga, Warga Ngawi Nekat Mengakhiri Hidupnya Dengan Cara Gantung Diri

Sampai berita ini diturunkan, pihak Kepolisian Unit PPA masih terus melakukan penyidikan dengan memintai keterangan para saksi-saksi maupun Bunga selaku korban. (redk)

 994 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!