Musyawarah Antar Desa DAPM Kecamatan Gerih, Ada Kelompok Fiktif Gunakan Anggaran Masyarakat


ARYA-MEDIA, Ngawi – Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM) melakukan Musyawarah Antar Desa (MAD) Tutup Buku dan Evaluasi TA 2019, bertempat di kantor DAPM Kecamatan gerih, tepatnya di Desa Guyung, Kecamatan Gerih Kabupaten Ngawi. Selasa (21/01/2019).

Dalam musyawarah tersebut, terdapat pembekakan tunggakan pinjaman yang mengalami peningkatan secara signifikan. Yakni, tahun 2017 sebelumnya sebanyak 35 juta, meningkat menjadi 89 juta di tahun 2019.

“Benar, adanya peningkatan pinjaman dari tahun sebelumnya. Sehingga dapat menghambat proses administrasi UPT DAPM untuk kedepannya,” kata Agus Choiri, selaku Ketua BKAD DPAM Kecamatan Gerih, Selasa (21/01)

Baca Juga :  O2SN Kabupaten Magetan 2018, Resmi Dibuka Sekaligus Peringati HARDIKNAS

Dijelaskan Ketua BKAD bahwa, pihaknya melakukan kroscek evaluasi ke lapangan, terdapat penyimpangan dana yang menggunakan kelompok fiktif atau palsu. Ia juga menyebutkan, secara prosedural atas tunggakan pinjaman yang membengkak, akan menjadi tanggung jawab Kepala UPK DAPM Kecamatan Gerih.

“Setelah saya kroscek di lapangan, ternyata pihak yang tercatat sebagai kreditur tidak menggunakan anggaran tersebut, karena adanya nama atau kelompok fiktif yang menggunakan anggaran milik masyarakat, bahkan mereka membuat surat pernyataan bermaterai. Dan ini adalah menjadi tanggung jawab kepala UPK DAPM Kecamatan Gerih,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kodim Bojonegoro, Dua Posramil Berstatus Menjadi Koramil Mandiri

Adapun wilayah yang bersih tanpa tunggakan pinjaman, yakni Desa Keras Kulon dan Desa Randusongo. “Dari 5 Desa se-Kecamatan Gerih, hanya Desa Keras Kulon dan Desa Randusongo yang tidak mempunyai tunggakan,” jelasnya kepada Arya Media, (21/01).

Sementara itu, Cahyo selaku Kepala UPK DAPM Kecamatan Gerih menyatakan siap untuk menyelesaikan polemik tersebut. Pihaknya akan bertindak tegas dengan melakukan audit secara mendalam untuk menyelesaikan permasalahan tunggakan pinjaman di wilayah Kecamatan Gerih.

Baca Juga :  Djoko Santoso Angkat Bicara : Terkait Isu Pungutan 750 Ribu Pada Paskibra, Berita Itu Salah Dan Tidak Benar

“Kami akan berusaha keras untuk menagih yang bersangkutan, agar segera teratasi. Dam kami akan berkoordinasi dengan Kepala Desa di wilayah masing-masing supaya sama-sama mengetahui,” jelasnya.

Diketahui bahwa, DAPM di wilayah Kecamatan Gerih, mengalami peningkatan aset dari tahun sebelumnya. Ironisnya, anggaran milik masayakat tersebut, disalah gunakan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dalam penyelewengan anggaran dengan adanya tunggakan pinjaman.

“Untuk tahun 2018 sebanyak 2 milliar, sedangkan tahun 2019 meningkat menjadi 2,4 Milliar,” pungkas Cahyo. (Ren)

 2,784 total views,  3 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!