UA-163642268-1

Operasi Yustisi, 1 Orang Dinyatakan Reaktif Saat Sedang Asik Nongkrong di Warung


ARYA-MEDIA | MAGETAN – Pemuda DS (25 tahu) asal Kabupaten Magetan dinyatakan reaktif setelah menjalani rapid test antiges, dalam operasi yustisi tim gabungan Satgas Covid-19, Sabtu malam (26/06/2021).

Tim gabungan Satgas Covid-19 Kabupaten Magetan, melakukan patroli skala besar dengan sasaran disejumlah kawasan yang menjadi kerumunan warga.

Kompol Suprapto, selaku Kabag Ops Polres Magetan, yang memimpin langsung Ops Yustisi mengatakan, bahwa rapid test antigen dilakukan secara acak kepada warga yang berada di warung-warung di wilayah Kota Magetan.

Baca Juga :  Penutupan TMMD ke 102 Diambil Lapangan Condong Maron

“Kegiatan kali ini dilakukan rapid test antigen secara acak, tak terkecuali pada warga yang sedang asik nongkrong di warung-warung atau tempat warga berkumpul lainya,” ujar Suprapto, Sabtu (26/06).

Rapid test antigen secara acak tersebut, dilakukan untuk mengidentifikasi dan memastikan warga di wilayah Kabupaten Magetan semua dalam keadaan sehat dan bebas Covid-19. Apabila hasilnya non reaktif, maka masyarakat aman dan nyaman untuk beraktifitas dengan tetap menjalankan Prokes (Protokol Kesehatan).

Baca Juga :  Pelatihan Pembuatan Jamu Tradisional, Salah Satu Sasaran Non Fisik TMMD Imbangan

“Ini adalah langkah antisipasi dan pencegahan penyebaran Covid-19. Sehingga ketika diketahui hasilnya reaktif, maka dapat segera diambil tindakan agar virus tersebut tidak sampai menyebar ke warga yang lain,” terang Kabag Ops Polres Magetan.

Dijelaskan Suprapto, dari rapid test antigen secara acak kepada 17 orang, didapati 1 orang dengan hasil reaktif. “Selanjutnya, yang bersangkutan akan diambil tindakan untuk dibawa ke faskus,” jelasnya.

Baca Juga :  Bupati Suprawoto Siap Menjadi Orang Pertama Vaksin Covid-19

Sementara itu, dalam kegiatan tersebut tidak hanya dilakukan rapid test antigen secara acak, namun juga dilakukan pembagian masker gratis dan sosialisasi himbauan disiplin protokol kesehatan.

“Harapannya, dengan adanya kegiatan ini, dapat menekan penyebaran covid-19, dan meningkatkan kesadaran kebiasaan baru kepada masyarakat terkait disiplin penerapan prokes di saat pandemi,” pungkasnya. (Ren)

 206 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!