UA-163642268-1

Optimalkan KTS Tangani Pandemi Covid-19


ARYA-MEDIA | MADIUN – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, bersama Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr. Nico Afinta, serta jajaran Forkopimda Jawa Timur, mengunjungi KTS (Kampung Tangguh Semeru) di Desa Ngale, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Minggu (7/2/2021).

Saat ini Kabupaten Madiun masuk Zona Merah Covid-19 dengan Kampung Tangguh Semeru sebanyak 135 KTS. Setelah menjadi zona merah, KTS ditambah menjadi 36 wilayah, dengan total 171 KTS di wilayah Kanupaten Madiun.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, mengatakan, pembentukan KTS tersebut sangat penting sebagai langkah dan upaya untuk menekan penyebaran Covid-19 di wilayah Jatim. Sesuai Kemendagri Nomor 3 Tahun 2021 terkait dengan PPKM berskala mikro, wilayah Jatim sudah memulai kampung tangguh sebanyak 3.100 lebih.

Baca Juga :  Pawas Komsos Berkunjung Ke Warga, Dengarkan Komentar Warga

“PPKM berskala mikro, sebenarnya mirip dengan Kampung Tangguh Semeru,dimana saat ini Jawa Timur memiliki sebanyak 3.100 KTS,” kata Gubernur Jatim, Minggu 97/2).

Menurut data Satgas Covid-19 Provinsi Jawa Timur per/tanggal 6 Februari 2021, jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Madiun mencapai 1.199 (+21), sembuh 988 (+19) dan meninggal 96 orang. Maka dari itu, Gubernur Jatim meminta untuk evaluasi PPKM yang sudah diterapkan sejak 11 Januari 2021 lalu, bahwa ada penurunan yang signifikan, baik pasien Positif Covid-19 maupun yang di rawat di Rumah Sakit.

Baca Juga :  Bupati Suprawoto Teken MoU Antara Pemkab Magetan Dengan Poltek ATK Yogjakarta

“Pertanggal 9 Februari 2021, akan dimulai PPKM berskala mikro dan tidak lagi berbasis Kabupaten/Kota , justru sudah berbasis Desa sampai tingkat RT/RW,” terang Gubernur Khofifah.

Terpisah, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, usai mengunjungi Kampung Tangguh Semeru (KTS) di Desa Ngale, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun menyebutkan, bahwa Polri (Polda Jatim) sangat mendukung Surat Edaran Mendagri terkait dengan PPKM berskala mikro.

“Saya dan Pak Pangdam sangat mendukung surat edaran dari Kemendagri terkait PPKM berskala mikro. Yang akan dilaksanakan mulai tanggal 9 Februari 2021 mendatang,” jelas Kapolda Jatim.

Selain itu, Kapolda Jatim juga mengapresiasi penerapan Kampung Tangguh Semeru di Desa Ngale dengan adanya tempat karantina untuk pria dan wanita, serta adanya lumbung pangan dan juga benih ikan. “KTS ini juga sudah terbentuk satu sistem yang baik, dimana akses masuk desa menggunakan satu pintu atau “one gate system,” jelas Kapolda, (7/2).

Baca Juga :  Tim Masev Pusterad TNI AD Tinjau Magetan, Sasaran Fisik TMMD Bermanfaat Untuk Masyarakat

Setiap ada pendatang luar daerah dilakukan pendataan, serta dilakukan pemeriksaan kesehatan, dan sudah membentuk (WA) grup untuk dipergunakan sebagai komunikasi serta koordinasi. “Kampung Tangguh Semeru di Desa Ngale ini cukup baik, yang menggunakan “one gate system”. Selain itu, sudah ada tempat karantina dan lumbung pangan,” pungkas Kapolda Jatim. (Redk)

 699 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!