UA-163642268-1

Pagelaran Wayang Kulit Semar Bangun Khayangan, Sebagai Motivasi “Tetenger Nama Kecamatan Barat”


ARYA-MEDIA, Magetan – Memperingati hari perubahan nama Kecamatan Karangmojo menjadi Kecamatan Barat, Jajaran Forkopimca Barat menggelar acara wayang kulit semalam suntuk di halaman kantor Kecamatan Barat, Sabtu malam (9/3/2019).

Kegiatan yang bertajuk “Tetenger Perubahan Nama Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan” dengan tema “Kerja Bersama Untuk mBarat Sejahtera”, dihadiri jajaran Fokopimca Barat, semua Kepala Desa se-Kecematan, Kepala DisParbud, serta ribuan masyarakat yang ingin menyaksikan wayang dengan dalang Ki Putut Puji Agusseno, yang menampilkan lakon Semar Bangun Khayangan dan Bintang Tamu Sentun.

Camat Barat, Yok Sujarwadji dalam sambutannya mengucapkan terima kasih terhadap antusisme jajaran forkopimca dalam pelaksanaan pagelaran wayang kulit sebagai hari dimana merupakan hari bersejarah bagi Kecamatan Barat.

Baca Juga :  Pelantikan Sebelas Perangkat Desa Keraskulon, Diambil Sumpah Janji Dalam Melayani Masyarakat

“Tetenger perubahan nama Kecamatan Barat, berubah pada tahun 2002. Awalnya dengan nama kecamatan karangmojo berubah menjadi kecamatan Barat”, kata Yok Sujarwadji, (9/3).

Yok berharap, semua komponen yang berada di wilayah Kecamatan Barat dapat bekerja sama untuk menjadikan Kecamatan Barat lebih maju dan sejahtera terutama dalam pelayanan kepada masyarakat. “Semoga pelayanan di wilayah Kecamatan Barat menjadi lebih baik lagi, karena kita sebagai pelayan masyarakat, bukan sebaliknya”, jelasnya kepada Arya-Media.

Baca Juga :  Mbah Giyem terharu Rumahnya Sudah Selesai Di Rehap

Senada dengan Bupati Magetan Suprawoto, yang diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kab. Magetan, Bambang Setyawan mengatakan, Kegiatan ini adalah merupakan adat istiadat untuk menguri-uri budaya yang ada. Semoga kedepannya dapat menjadikan motifasi Kecamatan Barat menjadi lebih baik lagi.

“Semoga Kecamatan Barat dapat menjadikan contoh bagi Kecamatan lainnya untuk memaksimalkan kinerja sebagai pelayan masyarakat”, pungkasnya. (ren)

 1,354 total views,  2 views today

Baca Juga :  Soal Pengelolaan Pulau LUSI, Pemkab Sidoarjo Menunggu Keputusan KKP


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!