UA-163642268-1

Pagelaran Wayang Kulit Virtual Sebagai Corong Informasi Covid-19


ARYA-MEDIA | MAGETAN – Sebagai upaya Pemulihan Perekonomian Nasional akibat dampak Pandemi Covid-19, Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Kementrian Kominfo menggelar pertunjukan Virtual Kesenian Tradisional wayang kulit, bertempat di SMK Yosonegoro Kabupaten Magetan Jawa Timur, Kamis malam (6/5/2021).

Dengan tema “Jangan Terlena Agar Corona Tidak Merajalela” pagelaran wayang kulit virtual tersebut menyajikan cerita lakon “Sang Kakrasana”, dengan dalang Ki Putut Puji Agusseno, asli dari Magetan, dan bintang tamu Duo Jo Klitik & Jo Klutuk.

Selain itu, pertunjukan wayang kulit secara live streaming di 14 chanel youtube, juga memberikan pesan moral dalam menghadapi era baru di masa pandemi Covid-19. Serta penyampaian informasi membangun pemahaman publik untuk bersama-sama mewujudkan pemulihan kesehatan dan kebangkitan ekonomi.

Baca Juga :  Hindari Korban Jiwa, Gropyokan Tikus Desa Padas Lebih Efektif dan Aman

“Kegiatan kesenian virtual tradisional ini kerja sama anatar KPC-PEN dengan Kemkominfo dan Pemda Magetan melalui Dinas Kominfo, untuk nemberikan pesan moral secara sederhana sehingga dapat dimengerti oleh masyarakat,” kata Ditjen IKP Kemkominfo, Helmi Hafid, Kamis (6/5).

Menurutnya, Pemerintah Daerah merupakan salah satu saluran komunikasi dalam rangka mensosialisasikan secara masif kepada masyarakat terkait virus Covid-19.⁣ “pertunjukan ini bukan yang pertama dan terakhir, namun salah satu dari 37 titik yang serentak dilaksanakan mulai 1 April 2021 lalu,” jelasnya.

Baca Juga :  Bantuan Dari Satlantas Polres Magetan, Diberikan IJM Kepada Warga Yang Lebih Membutuhkan

Sementara itu, Bupati Magetan Suprawoto, mendukung penuh kegiatan tersebut dalam mensiasati pemulihan ekonomi agar tetap produktif. “Namun demikian, pelaksanaannya tetap menerapkan protokol kesehatan. Dan penonton pun juga tidak adak, karena dilakukan secara online,” terangnya.

Selain itu, agar kesenian tetap berjalan di dalam tatanan kehidupan baru, pemerintah khususnya Menkominfo menggelar kesenian tradisional secara serentak sesuai seni budaya yang ada di daerah masing-masing. “Pertunjukan wayang kulit seperti ini, sebagai wujud cinta budaya. Di daerah lain juga menyajikan pertunjukan kesenian tradisional menurut kultur budayanya, ” pungkasnya.

Baca Juga :  Lakukan Pemerasan, Oknum Wartawan Dibekuk Polisi

Diberitahukan bahwa, dalam acara tersebut Bupati Suprawoto didapuk sebagai narasumber dalam sesi limbukan (goro-goro), dengan didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra, Venly Tomy Nicholas, serta Kepala Dinas Koperasi Magetan Parminto Budi Utomo, untuk berduet dengan Jo Klitik dan Jo Klutuk. (Ren)

 534 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!